Teliti Area Pertanian Berkembang ke Hunian

123

Ahli Botani Inggris akan Teliti Situs Kuno Liyangan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung akan menggandeng Balai Arkeologi dan ahli botani dari Inggris untuk melakukan penelitian khusus mencari area pertanian kuno di Situs Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo.

Penelitian khusus itu, menurut Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Kabupaten Temanggung, Didik Nuryanto, difokuskan di area F. Tujuannya untuk mencari area pertanian kuno di kawasan itu. ”Nantinya penelitian area pertanian kuno itu akan berkembang ke area hunian atau tempat tinggal, lumbung padi, serta bengkel-bengkel lokasi produksi gerabah. Untuk ini juga akan dibantu ahli keramik dan ahli geologi,” katanya.
Didik mengatakan, selain Balai Arkeologi, penelitian terhadap Situs Liyangan juga dibantu oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), dan Balai Konservasi Candi Borobudur. ”BPCB dan Balai Konservasi juga akan melakukan penelitian Situs Liyangan di area lainnya pada bulan April tahun ini. Sedangkan penelitian yang dilakukan ahli botani dari Inggris dilakukan pada Mei tahun ini,” ujarnya.
Saat ini, katanya, Pemkab Te­mang­­gung dan BPCB melakukan pe­ngadaan etalase untuk memajang temuan benda-benda kuno dari Situs Liyangan. Sedangkan Balai Arkeologi melakukan pengadaan storage yang terdiri dari 10-20 kotak untuk menyimpan sampel-sampel temuan benda purbakala.
”Ini nantinya akan menjadi embrio dari museum. Pemkab dan BPCB juga bekerja sama dalam menyusun master plan dan studi pengembangan dan pemanfaatan nilai. Selain itu, Pemkab juga berencana menye­lenggarakan seminar tentang Situs Liyangan,” kata dia.
Bupati Temanggung Bambang Sukarno menambahkan, pihaknya juga akan mengupayakan pembebasan tanah di lokasi Situs Liyangan yang saat ini masih dimiliki penduduk setempat melalui APBD. Tujuannya untuk menyelamatkan benda-benda purbakala yang ditemukan di situs tersebut. (zah/lis)