TEMANGGUNG—Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof. Sudharto P. Hadi, mengatakan Undip dan Pemkab Temanggung akan melakukan pola kerja sama yang kontinyu dalam segala bidang. Salah satu bentuk kerja sama adalah penempatan kuliah kerja nyata (KKN) di daerah penghasil tembakau ini.
”Melalui program KKN ini, ketika mahasiswa lulus tidak hanya cerdas tetapi juga mempunyai kepedulian, bisa menghargai orang lain. Karena di lapangan tidak bisa permasalahan diselesaikan oleh satu disiplin, tetapi secara multidisiplin,” katanya usai menghadiri pameran Temanggung Raya yang diselenggarakan mahasiswa Undip yang sedang melaksanakan KKN di Kabupaten Temanggung.
Pameran Temanggung Raya digelar di kompleks Pendopo Pengayoman Temanggung dengan menampilkan berbagai produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Temanggung. Sudharto mengatakan, diharapkan program-program yang dilaksanakan mahasiswa KKN ini bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Ia mengatakan, UMKM bisa dilihat dari berbagai multidisiplin, antara lain ada pemasaran, manajemen, dan produk. Mahasiswa akan berperan di bidang-bidang tersebut. ”Bagi para pengusaha UMKM, kehadiran para mahasiswa itu justru mengakselerasi usaha mereka menjadi lebih dikenal, pemasarannya lebih bagus, produk menjadi lebih sehat,” katanya.
Pada KKN 2014 di Temanggung, Undip menerjunkan sebanyak 790 mahasiswa ditempatkan di lima kecamatan, yakni Kaloran, Kranggan, Kandangan, Pringsurat, dan Gemawang. “Kami berharap semua kecamatan dapat kami tempati,” tambahnya.
Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi menyambut baik kegiatan mahasiswa KKN Undip menyelenggarakan pameran yang menampilkan produk UMKM. Ia berharap, ke depan bukan hanya di lima wilayah kecamatan yang digunakan untuk program KKN tetapi bisa dilaksanakan di 20 kecamatan di Temanggung, karena KKN ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menambahkan, sejauh ini Undip dan Pemkab Temanggung telah menjalin kerja sama yang baik dalam bidang hukum. Fakultas Hukum Undip menjadi konsultan hukum bagi Pemkab Temanggung apabila menghadapi persoalan terkait dengan hukum. “Kita juga akan menjajaki selain hukum di semua fakultas yang ada,” tandasnya. (zah/lis)