WONOSOBO—Bupati Wonosobo Kholiq Arif melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah kantor pemerintahan kabupaten. Ia secara mendadak blusukan ke sejumlah kantor pelayanan, untuk memastikan bahwa penerapan kebijakan lima hari kerja bisa berjalan efektif.
Sekitar pukul 15.00, secara tiba-tiba dan acak, dia mendatangi sejumlah kantor pemerintahan. Dimulai dari kantor Bapermasdes. Saat mendatangi kantor tersebut, dari 24 pegawai yang ada tinggal separo yang berada di kantor.
“Yang separo sedang melakukan kerja ke desa-desa pak,”kata Sekretaris Bapermasdes, Zaeni menjawab pertanyaan bupati.
Setelah mengunjungi semua meja kerja di Bapermasdes, Kholiq melanjutkan ke kantor DPPKAD. Di kantor ini, suasana kerja masih tampak ramai, sebagian meja kosong karena pegawai sedang salat asar jamaah di musala itu. Untuk memastikan, Kholiq juga menilik musala dan benar sebagian pegawai sedang salat.
“Oke, sedang pada salat asar,” kata Kholiq didampingi Kepala DPPKAD Kristiadi.
Selain memastikan pegawai bekerja di kantor. Kholiq juga sempat melakukan wawancara dengan sejumlah pegawai. Dia menanyakan kepada pegawai, lebih suka enam hari kerja atau lima hari kerja. “Saya lebih suka lima hari kerja, karena pada enam hari kerja pulangnya juga sampai jam 15.00. Dengan lima hari kerja bisa lebih maksimal Sabtu-Minggu untuk keluarga,”kata salah seorang karyawan.
Kholiq kemudian melanjutkan ke kantor Dinas Sosial, di kantor ini, sejumlah pegawai masih lengkap. Hanya satu pegawai yang tidak masuk karena sakit. Bahkan di kantor ini, ada warga tunanetra yang tengah melakukan konsultasi.
Terakhir kantor yang dikunjungi Dinas Pendidikan dan Olahraga. Saat memasuki sejumlah ruangan, meja tampak sepi. Setelah didatangi ke musala di kantor itu, sejumlah karyawan tengah salat jamaah. Pertanyaan serupa ditanyakan kepada para pegawai. “Kami lebih suka lima hari kerja, karena Sabtu Minggu bisa untuk keluarga,” ujar salah seorang pegawai.
Kholiq mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memastikan kebijakan lima hari kerja yang baru diterapkan awal tahun ini. Dari hasil sidak dan wawancara cepat, terdapat beberapa ja­waban. Namun yang lebih do­minan, pegawai lebih suka lima hari kerja meski tiap hari dari pukul 07.30 – 16.00. “Secara umum , pegawai memilih lima hari kerja karena lebih efektif,” katanya.
Lanjut Kholiq, sebagian pegawai masih memilih dua hari libur Sabtu Minggu untuk kegiatan keluarga. Awalnya dengan tambah waktu libur, PNS didorong untuk meluangkan waktu berwirausaha. “Mungkin karena masih awal, jadi belum ada yang mengaloka­sikan waktu libur untuk berwirausaha,” ujarnya. (ali/lis)