WONOSOBO—Harga sejum­lah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar Wonosobo secara umum mengalami penurunan. Dari hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Per­dagangan, penurunan harga antara 33 persen sampa 60 persen dari harga sebelumnya.
Menurut Sekretaris Disperin­dag, Ratna Legawati dari hasil pemantauan pihaknya di sejumlah pasar tradisional, harga-harga kebutuhan pokok masyarakat dari minggu pertama bulan Februari, beberapa komoditas pertanian mengalami perubahan harga cukup signifikan.
Seperti harga cabai merah keriting, yang pada akhir Januari masih berada di harga Rp 40.000 per kilogram, turun menjadi hanya Rp 25.000.
“Demikian pula cabai rawit hijau, sebelumnya ada di harga Rp 24.000 per kg, juga turun menjadi Rp 15000 per kilogram. Secara persentase, kedua produk tersebut turun mencapai 60 persen,”katanya.
Selain kedua produk tersebut, kata Ratna, penurunan juga dialami 6 komoditas lain, meliputi tomat, bawang merah, kacang tanah, dan gula pasir dalam negeri. Penurunan harga komoditas tersebut berada di kisaran 4 sampai 33 persen.
Ditambahkan dia, komoditas yang mengalami kenaikan harga variatif. Wortel, yang pada akhir Januari masih ada di harga Rp 10.000 naik menjadi Rp 12.000. Sementara kentang, yang sebelumnya ada di harga Rp 9.000 naik menjadi Rp 10.000. Kenaikan tipis juga dialami beras jenis IR, dari sebelumnya Rp 8.200 menjadi Rp 8.500 per kilogram.
“Kenaikan harga masih kategori stabil, tidak ada lonjakan harga signifikan,” ujarnya. (ali/lis)