Polsek Pedurungan Dilaporkan Ombudsman
PELEBURAN—Seorang warga Kabupaten Demak berinisial H melaporkan Kepolisian Sektor (Polsek) Pedurungan ke Ombudsman RI Kantor Perwakilan Jawa Tengah. Pasalnya, pria yang diduga menjadi korban penganiayaan tersebut tidak mendapatkan pelayanan ketika mengadukan nasibnya ke institusi tersebut.
Polsek Pedurungan diduga tidak memproses laporan penganiayaan yang menimpa pelapor. “Ya benar, ada laporan masuk ke kami. Soal keluhan terhadap kinerja kepolisian. Laporan itu masuk Jumat (7/2) lalu, saat ini masih sedang kami pelajari,” kata Kepala Ombudsman RI Jateng, Ahmad Zaid, Sabtu (8/2).
Zaid membeber, H telah melaporkan tindakan dugaan penganiayaan terhadap dirinya sejak November 2008 silam. Dugaan penganiayaan dialaminya di Pelabuhan Tanjung Emas. Saat itu korban melapor ke Polres Semarang Timur yang saat ini menjadi Polsek Pedurungan.
“Jadi warga tersebut mengalami penganiyaan di wilayah pelabuhan Tanjung Emas, pada 2008. Kemudian, korban melapor ke Polres Semarang Timur. Namun menurut korban laporan tersebut tidak ditindaklanjuti sampai sekarang,” beber Zaid.
Berdasarkan laporan yang masuk, kejadian yang menimpa korban saat itu diduga dikeroyok dan dianiaya oleh beberapa anak buah kapal (ABK), yang bersandar di pelabuhan Tanjung Emas. “Dari pengakuan kronologi dan bukti laporan serta bukti dokumen lainnya, korban dianiaya di atas kapal, oleh beberapa ABK. Yakni dengan cara disetrika, disundut rokok, bahkan hingga ditelanjangi,” jelasnya.
Keluarga korban, lanjut Zaid, mengaku sudah beberapa kali menanyakan tindak lanjut dari laporan itu secara berkala sejak 2008, hingga sekarang. Namun, tidak pernah ada jawaban yang memuaskan dari pihak Polsek.
“Sebenarnya, kami hanya boleh menangani pengaduan maksimal dalam rentang waktu dua tahun ke belakang. Akan tetapi, meski ini sudah terjadi sejak 2008, keluarga korban rutin mempertanyakan atau membuat laporan ulang secara berkala, maka itu dibenarkan untuk kami tangani,” tandasnya.
Oleh karena itu, tandas Zaid, pihaknya akan memanggil pelapor untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kemudian, dia akan mendatangi Polsek Pedurungan untuk mempertanyakan kenapa laporan atas nama korban ditelantarkan. “Akan kami selidiki penanganan Polsek terhadap kasus ini sudah sejauh mana, dan kenapa bisa sampai lama penanganannya. Jangan hanya karena korban ini orang miskin, lalu laporannya diabaikan,” tambahnya. (bud/ton)