Gudang Satpol PP Penuh APK

113

TEMANGGUNG—Pelaksanaan penertiban alat peraga kampanye (APK) yang dilakukan tim gabungan Satpol PP, KPU dan Panwaslu Kabupaten Temanggung, membuat gudang penyitaan alat bukti yang dimiliki Satpol PP penuh. Selain itu, sejauh ini, partai politik (Parpol) dan calon anggota legislatif (Caleg) belum melakukan pengambilan alat peraga yang disita.
“Gudang kami sudah terisi penuh, sehingga kami harus melakukan penataan ulang gudang. Sehingga seluruh alat peraga yang kami sita dan media reklame lainnya tertampung. Ini sebagian terpaksa kami tempatkan di ruangan kerja, karena tidak cukup,” kata Kepala Seksi Trantib Satpol PP Temanggung, Budi Utomo.
Ia menjelaskan, pascapenyitaan ratusan alat peraga kampanye, pihaknya telah mengedarkan pemberitahuan kepada parpol dan caleg, agar mengambil kembali alat peraga yang disita. Namun, sejauh ini belum dilakukan pengambilan. “Sudah kami beritahukan, tetapi belum ada yang diambil,” katanya.
Ia mengatakan, pengambilan dapat dilakukan oleh pengurus partai atau tim sukses caleg dengan membawa rekomendasi dari yang berwenang. Rekomendasi tersebut dimaksudkan untuk menghindari adanya pihak lain yang mengklaim alat peraga yang disita. “Harus membawa bukti dan rekomendasi bahwa yang mengambil benar-benar perwakilan dari partai dan caleg yang bersangkutan,” terangnya.
Setelah dilakukan pengambilan, pihaknya memberikan pembekalan kepada parpol dan caleg agar pemasangan alat peraga memperhatikan Perda yang berlaku serta PKPU tentang zonasi kampanye. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi penyitaan ulang pada penertiban selanjutnya. “Kami wanti-wanti agar memperhatikan peraturan pemasangan,” tegasnya.
Dari catatan Satpol PP, dari keseluruhan alat peraga yang ditertibkan didominasi pelanggaran Perda Nomor 12 Tahun 2011 tentang Kebersihan, Keindahan, Ketertiban dan Kenyamanan (K4) dan pelanggaran PKPU tentang Zonasi Kampanye.
“Kebanyakan APK yang kami tertibkan karena dipasang di pohon, melintang jalan dan dipasang di tiang listrik. Selain itu, ada yang melanggar zona pemasangan APK,” terangnya.
Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Temanggung, Yami Blumut mengatakan bahwa pihaknya memberikan kesempatan bagi parpol dan caleg untuk menertibkan sendiri alat peraga yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Pihaknya akan bertindak tegas terhadap pelanggaran pada pemasangan APK dalam penertiban selanjutnya. “Kalau ternyata mereka mengabaikan kesempatan itu, baru tim Satpol PP, KPUD dan Panwaslu mencopoti APK tersebut,” tandasnya. (zah/ida)