Belum Miliki Izin Pengepresan
TEMANGGUNG—Pemerintah Kabupaten Temanggung secara tegas akan melakukan penutupan terhadap aktivitas pengepresan tembakau di gudang PT Gudang Garam Tbk, Dusun Pare, Desa Danupayan, Kecamatan Bulu. Pemkab menegaskan, bahwa aktivitas yang dilakukan pabrikan rokok asal Kediri, Jawa Timur tersebut belum mengantongi izin.
“Untuk sementara dihentikan, jadi tidak boleh ada aktivitas pengepresan selama semua izin dipenuhi oleh PT gudang Garam,” kata Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi, usai menghadiri pertemuan antara warga Danupayan Kecamatan Bulu dengan PT Gudang Garam di Daun Mas Resto Kamis kemarin.
Wabup juga berjanji akan mengawal proses perizinan, jika ditemui masih melakukan aktivitas sebelum perizinan selesai maka akan ditindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Saya akan kawal sendiri permasalahan ini, jika masyarakat mengetahui ada aktivitas pengepresan jangan segan segan untuk memberitahukan kepada saya,”tegasnya.
Diakuinya, sesuai dengan perda RTRW di Kecamatan Bulu wilayah di sepanjang Temanggung – Bulu – Parakan tidak diperbolehkan adanya aktivitas produksi, namun yang dilakukan PT Gudang Garam ini hanya pengepresan saja.
“Kalau proses produksi memang tidak diperbolehkan, contohnya membuat dari bahan baku menjadi barang jadi, tapi untuk PT Gudang Garam ini hanya pengemasan saja jadi masih diperbolehkan,”katanya.
Khusus pengepresan tembakau, terangnya, selama ini belum dilengkapi surat izin, selain itu terdapat keluhan dari warga sekitar karena menimbulkan polusi seperti bau tidak sedap, debu dan asap, pencemaran air.
“Yang sangat mengganggu warga adalah bau tidak sedap, untuk itu pemkab konsisten, meminta PT Gudang Garam untuk menghentikan aktivitas sebelum ada perbaikan dan melengkapi izin,” katanya.
Ia menambahkan, untuk menarik investor dan meningkatkan iklim usaha di Temanggung, pemkab berkebijakan mempermudah perizinan dan mempertegas aturan. Tiap perusahaan harus menaati aturan yang berlaku seperti mematuhi rencana tata ruang dan wilayah, ramah lingkungan dan melengkapi surat-surat perizinan. “Perizinan akan kami permudah, tapi peraturan akan lebih perketat lagi,” tandasnya.
Sementara itu Muhtarom salah satu warga Danupayan Kecamatan Bulu menuntut, agar pihak PT Gudang Garam bisa berupaya mengurangi polusi yang diakibatkan oleh aktivitas pengepresan, karena menyebabkan bau yang tidak sedap dan air menjadi tercemar. “Baunya sangat menyengat, selain itu ikan-ikan juga pada mati karena disebabkan oleh limbah parbik tersebut,”katanya.
Selain itu ia juga meminta, pihak PT Gudang Garam menaggung semua biaya kesehatan, terutama warga yang menderita penyakit yang disebabkan oleh bau yang ditimbulkan dari Gudang Garam.
“Kami meminta PT Gudang Garam memberikan kompensasi kepada kami terutama untuk warga yang sakit akibat polusi yang di timbulkan, tidak hanya itu Gudang Garam juga harus memberikan kontribusi kepada pemerintahan desa,”pintanya lagi.
Wakil Direktur PT Gudang Garam Kediri, Imam, berjanji akan segera berkoordinasi dengan penggelola PT Gudang Garam Temanggung untuk menyelesaikan maslah ini. “Yang jelas, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi polusi yang ditimbulkan, kalu menghilangkan seratus persen tidak bisa,”katanya.
Terkait dengan tuntutan untuk menjamin kesehatan masyarakat, pihaknya akan berusaha bekerja sama dengan puskesmas atau rumah sakit terdekat, untuk memberikan pengobatan kepada masyarakat yang menderita penyakit akibat aktivitas pengepresan tembakau.
“Kami akan menjalin kerja sama, nantinya warga yang mengalami gangguan kesehatan bisa berobat secara gratis. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak desa terkait dengan kontribusi untuk desa,”tandasnya.(zah/lis)