Maling Teriak Maling

93

GAJAHMUNGKUR — Nasib malang dialami oleh Unggul. Setelah menjadi korban perampasan, ia malah dihajar warga. Gara-garanya, pelaku perampasan Agung Kurniawan alias Bagong, 18, dan Romadhon, 28, keduanya warga Jalan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, meneriaki korban sebagai maling.
Peristiwa ini terjadi pada 24 Januari 2014 lalu di sekitar Stadion Jatidiri Semarang. Saat itu Bagong dan, Romadhon melintas melewati empat pelajar SMP yang sedang nongkrong. ”Mata mereka melotot-molotot, kemudian saya berhenti terus minta rokok tapi tidak dikasih. Kemudian minta uang Rp 20 ribu ternyata hanya diberi Rp 9 ribu,” kata Bagong did epan petugas Mapolsek Gajahmungkur, kemarin (6/2).
Karena tersinggung dengan ulah tersebut, Bagong mulai berbuat kasar pada 4 korban yaitu Prasetyo Adi Nugroho, Juweni, Unggul, dan satu korban lain. Salah satu korban yaitu Unggul sempat dibawa Bagong menggunakan motornya menuju daerah Tinjomoyo dan ponsel merek Cross milik korban dirampas.
Ketika dikembalikan ke teman-temannya, Unggul sempat dipukuli. Romadhon bertugas memegangi korban. Melihat hal ini, ketiga kawan korban langsung lari. Bagong lantas meneriaki mereka sebagai maling. Kepada warga yang berdatangan, Bagong mengatakan bahwa ponselnya dirampas Unggul dan kawan-kawan. Warga yang percaya dengan bualan Bagong, langsung menghajar Unggul.
”Rencananya ponsel itu akan saya kembalikan dan hanya minta uangnya saja. Tetapi karena lari maka saya teriakin maling,” kata Bagong. Tidak lama kemudian anggota Polsek Gajahmungkur datang dan membawa Unggul, Bagong, dan Romadhon ke Mapolsek. Mereka diperiksa terpisah dan sama-sama mengaku sebagai korban.
Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Meiliyan Rahmadi mengatakan Bagong awalnya bersikukuh sebagai korban perampasan. Namun setelah petugas mendatangkan rekan-rekan Unggul, maka terbongkarlah kebenaran itu. ”Bagong itu tersangka tetapi juga mengaku sebagai korban. Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan Bagong sebagai pelakunya,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas, katanya, pelaku sudah 4 kali beraksi di daerah yang sama dengan korban mulai remaja sampai anak-anak yang fisikmya lebih kecil dari pelaku. ”Dan pelaku itu dijerat pasal 368 KUHP tentang perampasan dengan ancaman hukuman 5 tahun.” (hid/ton/ce1)