KETUA Tim Pemenangan Jateng sebagai tuan rumah PON 2020, Sukahar mengatakan, secara umum Jateng memiliki venue-venue yang berstandar nasional dan layak untuk penyelenggaraan PON XX/2020. Hanya saja untuk acara pembukaan dan penutupan memang perlu dibangun arena stadion atau sport center yang megah, strategis dan memiliki daya tampung dengan skala besar.
“Soal lokasi untuk upacara pembukaan dan penutupan PON, ada dua alternatif yaitu di Kota Surakarta (Solo) dan Kota Semarang. Kalau di Solo sudah jelas ada di Stadion Manahan sedangkan kalau di Semarang ada dua pilihan,” katanya.
Menurut dia, untuk Semarang yang sudah jelas ada yaitu kompleks Gelora Jatidiri tetapi kalau nantinya pembangunan sport center bisa dilaksanakan di kawasan Mijen dengan areal yang lebih luas, tentu menjadi lokasi alternatif.
Terkait dengan kunjungan tim verifikasi yang akan datang pada Senin (10/2) depan, ada beberapa daerah yang bakal ditinjau. Daerah tersebut meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Kudus, Jepara, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Solo, Kota Magelang, Banjarnegara, Salatiga, dan Kabupaten Magelang. ”Tim verifikasi yang berjumlah 18 orang dan diketuai Inugroho, akan datang dan bekerja 10-13 Februari mendatang. Kami sudah siap, dan bahkan super optimistis menang di acara bidding nanti,” kata wakil ketua umum I KONI Jateng itu.
Ditambahkan Kahar, tim KONI Pusat akan meninjau 66 lokasi yang disiapkan Jateng untuk pencalonannya sebagai tuan rumah PON. Dari jumlah lokasi tersebut, menurut dia, Kota Semarang menjadi tempat yang paling banyak yaitu sebanyak 29 lokasi yang sebagian besar merupakan gedung olahraga baik yang dimiliki pemerintah maupun swasta, kemudian hotel, dan kompleks Jatidiri. Tim tersebut, kata dia, akan dibagi tiga kelompok, yang pertama meninjau Kota Semarang, Jepara, dan Kudus kemudian kelompok kedua meninjau Kota Magelang, Kabupaten Banjarnegara, dan Kendal, sedangkan ketiga meninjau Kota Surakarta dan Kabupaten Boyolali
Ketika ditanya soal pendanaan apabila Jateng menjadi tuan rumah PON mendatang, dia mengatakan, ada beberapa sisi pendanaan, yaitu pendanaan untuk penyelenggaraan maupun pendanaan untuk perbaikan venue. “Kalau untuk pendanaan akan melibatkan pemerintah pusat,” pungkasnya. (bas/smu)