Tidak Dikunjungi SBY, Pedagang Batik kecewa

149

KAJEN–Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Rabu (5/2) melanjutkan kunjungannya ke wilayah Pantura Jawa Tengah dengan mendatangi International Batik Center (IBC) di Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Kedatangan orang nomor satu di negeri ini disambut para pengusaha batik yang menginginkan SBY mampir ke kiosnya. Namun sebagian besar pedagang batik kecewa, karena rombongan SBY hanya diarahkan untuk datang ke toko-toko pengusaha besar saja.
SBY didampingi ibu negara Ani Yudhoyono bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II datang sekitar pukul 09.30 dan langsung menuju ke sisi timur IBC. Kios-kios di tempat ini milik para pengusaha batik besar. Sementara pengusaha batik kecil di bagian belakang sebelah barat tak didatangi.
“Kami sudah membujuk panitia agar kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak hanya pada pengusaha batik yang sudah besar dan mapan. Namun juga kepada pengusaha kecil, agar SBY tahu permasalahan yang ada pada kami,” ungkap Julaekha, 53, pengrajin batik warga Desa Waru, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan yang kios miliknya tidak dikunjungi SBY.
Hal senada juga dikatakan oleh Amanudin, pengusaha batik asal Desa Mrican, Kecamatan Wiradesa. Ia menilai kunjungan SBY ke IBC hanya milik pengusaha besar. “Harusnya kunjungan Presiden ke Kampung Batik agar bisa melihat secara langsung kondisi nyata pengrajin. Bagaimana sulitnya mencari bahan baku yang harganya terus naik dan pejabat negara pun mengetahui, mana batik tulis asli, dan mana batik tulis yang dicampur dengan cap atau printing. Bukan batik cap dibilang tulis,” tandas Amanudin, dengan nada kesal.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Pekalongan Failasuf yang menjadi pemandu kunjungan SBY di IBC sempat disoraki dengan nada protes oleh para pengrajin batik lain ketika membawa rombongan Presiden ke kios miliknya.
SBY ketika memberi sambutan singkat sebelum mengakhiri kunjungan menuturkan, kondisi pembelian batik di tanah air saat ini menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Karena hampir semua daerah di tanah air saat ini membuat batik. Bukan hanya di Pekalongan saja. ”Saya kagum dengan batik Pekalongan,dengan warna dan corak yang variasi dan selalu ada yang baru. Sehingga memberikan inovasi bagi daerah lain di Indonesia,” tutur SBY.
Sementara itu, Bupati Pekalongan Amat Antono mengatakan, saat ini batik menjadi salah satu solusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena menyerap banyak tenaga kerja. “Kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono juga menjadi motivasi bagi kita untuk membangun Kabupaten Pekalongan yang lebih baik,” kata Amat Antono.
Dalam kunjungan tersebut, SBY juga mendatangi Kampung Batik di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kota Pekalongan, sebelum menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Kanzus Sholawat Jalan Dr Wahidin Kota Pekalongan bersama Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. (thd/ton)

Tinggalkan Komentar: