Terjebak Macet 2 Hari di Kendal

150

KENDAL — Kemacetan parah masih mewarnai jalur Pantura Semarang-Kendal kemarin (5/2). Apalagi banjir masih merendam Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Pemuda Kendal, tepatnya di depan Mapolres Kendal. Akibatnya, arus kendaraan dari arah Semarang ke Jakarta dan sebaliknya tersendat. Banjir setinggi 50 sentimeter yang menggenangi jalan Pantura Kendal itu akibat meluapnya Sungai Waridin dan Sungai Blorong.
Pantauan Radar Semarang, dari arah timur kemacetan parah sudah telihat mulai perbatasan Mangkang-Kaliwungu sepanjang 20 km. Sedangkan di arah barat, kemacetan sudah terlihat di Pantura Tlahap, Kecamatan Kangkung sejauh 15 km. Kendaraan yang berani yang menerobos banjir harus berjalan pelan dan hati-hati lantaran banyak lubang jalan yang cukup dalam tertutup air.
Wardi, 35, salah satu sopir truk mengatakan untuk melintasi Kendal, ia butuh waktu hampir dua hari. ”Rabu pagi ini (kemarin, Red), saya baru bisa jalan pelan-pelan, Selasa kemarin sudah macet saat lewat perbatasan Mangkang-Kaliwungu. Ini baru sampai Brangsong,” keluhnya.
Keluhan senada diungkapkan Agus Sunari, 45, sopir travel dengan tujuan Jakarta. Ia mengaku sudah dua hari terjebak macet di Pantura Kendal. Padahal jika tidak terjadi banjir, minimal 9 jam dirinya sudah sampai di Jakarta. ”Kalau tidak banjir paling hanya 9 jam sudah sampai Jakarta, ini malah sudah sehari dua malam masih di Kendal,” katanya.
Hariyanto, 37, salah satu pengendara motor dengan tujuan Batang mengaku, waktu tempuhnya molor panjang lantaran macet yang terjadi di Kendal. ”Biasanya dari Semarang ke Batang paling lama 2 jam. Tapi, akibat banjir bandang, sampai di Kendal saja sudah hampir 2 jam,” keluhnya.
Kasat Lantas Polres Kendal AKP Chirstian AER mengaku telah menempatkan anggotanya di sejumlah titik untuk mengurai kemacetan. ”Kami tempatkan personel di perbatasan Mangkang-Kaliwungu, Pantura Ketapang dan Persimpangan Polres Kendal. Mereka memberikan informasi kepada pengendara jalan agar tidak terjebak kemacetan,” katanya.
Pengaturan jalan terlihat di petigaan Pantura Ketapang, kendaraan kecil seperti mobil pribadi dialihkan menuju Jalan Tentara Pelajar dan lewat Cepiring.
Sementara itu, kerusakan Jalan Pantura Kendal akibat bencana banjir memakan korban. Rabu (5/2) petang, sebuah truk bermuatan kayu terguling setelah terperosok lubang jalan di pertigaan Pos Pantes Desa Karang Tengah, Kendal.
Truk bernopol DK 9534 A itu dikemudikan Suwarno, 53, warga Desa Bajulmati RW 01 RW 04 Wongsorejo, Banyuwangi. Truk terguling setelah terperosok lubang sedalam 30 sentimeter dengan diameter lebih dari 2 meter.
Sopir truk Suwarno mengaku, dirinya memuat kayu sengon dari Jember dengan tujuan Banten. Meski laju kendaraannya sangat pelan, namun karena lubang cukup dalam, membuat truknya tiba-tiba terguling ke kiri. ”Jalannya bergelombang, saya sudah sangat pelan. Mungkin karena tidak seimbang, akhirnya terguling,” katanya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, akibat kecelakaan, kemacetan arus lalu lintas semakin bertambah parah. Sebab, bangkai truk menutup sebagian badan jalan.
Sepeda Motor Masuk Tol
Banjir tak hanya membuat macet jalur Pantura Semarang-Kendal. Namun juga di sepanjang Jalan Kaligawe. Kemacetan mencapai 10 km sejak Sayung Demak hingga jembatan tol Kaligawe. Untuk mengurai kemacetan dan menghindari banjir sedalam sekitar 50 sentimeter, pengendara motor dari arah Demak diizinkan melewati jalan tol, yang kemudian masuk ke Jalan Arteri Yos Sudarso. Kemacetan diperparah oleh banyaknya truk yang keluar masuk Lingkungan Industri Kaligawe (LIK).
Kanit Lantas Polsek Genuk AKP Made Sapru mengatakan, untuk menghindari banjir, pengendara motor dari arah Semarang menuju Demak melewati Jalan Arteri Yos Sudarso yang langsung ke Demak. Sedangkan untuk mobil bisa langsung lurus lewat bawah jembatan tol Kaligawe. ”Kalau sepeda motor lewat bawah jembatan tol bisa mogok, karena banjirnya cukup tinggi,” ujarnya.
Sebaliknya, dari arah timur atau Demak bisa lewat jalan tol, kemudian melawan arus menuju Jalan Arteri Yos Sudarso. ”Itu hanya sementara saja selama banjir. Kalau banjirnya sudah surut, dikembalikan seperti semua,” katanya.
Made mengatakan, untuk mobil besar seperti truk dan bus diarahkan untuk masuk jalan tol. Tetapi kalau arahnya ke Kota Semarang, bisa lewat bawah jembatan tol Kaligawe. ”Kalau untuk bus atau truk tidak masalah, tapi untuk mobil berbodi pendek diharapkan menghindari banjir,” ujarnya.
Salah seorang sopir truk, Sodiq, 43, mengaku, berangkat dari Surabaya tujuan Jakarta. Namun sampai Kaligawe, ia terjebak macet cukup lama akibat banjir. ”Harus sabar antre, saya sudah lima jam di sini sejak pukul 09.00, cukup melelahkan,” keluhnya. (den/hid/aro/ce1)