KENDAL – Bencana alam di Kendal tampaknya belum berakhir. Banjir belum seluruhnya surut, masih ditambah pergeseran tanah yang dikhawatirkan akan menyebabkan tanah longsor. Kondisi ini terjadi di Dusun Kemloko RT 04 RW 03 Desa Mojoagung Kecamatan Plantungan.
Dari informasi yang dihimpun Radar Semarang, sedikitnya ada 15 keluarga terpaksa diungsikan ke rumah tetangga dan balai desa lantaran pergerakan tanah sudah sedalam 1 meter. Amblesnya tanah ini, menyebabkan bagian dapur rumah milik Tuhri sudah rata dengan tanah sejak Sabtu (1/2) lalu.
Kades Desa Mojoagung Samsul Ma’arif mengatakan, pergerakan tanah terjadi pada akhir pekan lalu saat hujan tak kunjung berhenti. Pergerakan tanah pun semakin parah pada Rabu (5/2). Kejadian ini membuat ia memerintahkan 15 keluarga yang paling terancam retakan tersebut untuk mengungsi. “Untuk mengantisipasi adanya korban kami perintahkan warga untuk mengungsi, hal ini terpaksa dilakukan karena setiap hari tanahnya selalu bergeser,” tuturnya.
Ada 2 keluarga yang mengungsi di balai desa, yakni Hamidun dan Cashadi. Kemudian keluarga Tuhri, Jumadi, Samsun Hadi, Ny Misini, Wiyono, Adip Rapiudin, Abu Amar, Nasta’isin, Daerobi, Musalimin, Kamijo dan Jamsari memilih mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga.
Tawaran relokasi sebenarnya sudah diberikan kepada warga, namun tanah kas desa hanya mampu menampung maksimal 7 keluarga. Sehingga pihak pemerintah desa masih harus membahasnya dengan pihak kecamatan dan kabupaten. “Kami sudah tawarkan, tapi kas desa masih belum mencukupi,” imbuhnya.
Sementara itu Kadus Kemloko Ahmad menambahkan, tingkat pergeseran tanah di dusunnya, bisa dibilang sangat parah. “Kami sudah ukur pergeseran tanah dan amblesnya tanah, kira-kira 25 sentimeter perhari. Kalau hujan malah bisa lebih parah,” tandasnya.
Jumadi, 40, salah satu korban mengaku sudah tidak berani tinggal di dalam rumah lantaran dinilai sangat berbahaya. Tanah yang labil bisa merobohkan rumahnya sewaktu-waktu. “Saya takut kalau tinggal di rumah, untuk itu saya mengungsi di rumah saudara,” timpalnya.
Di pihak lain, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal Slamet mengatakan, pemkab akan berusaha memberikan bantuan dan relokasi kepada warga yang terkena musibah melalui dana tak terduga di tahun 2014. “Saat ini masih kami proses bantuan untuk mereka, relokasi mungkin bisa dilakukan kalau warga menghendaki. Selain itu, kami akan ajukan bantuan ke pemerintah provinsi,” tambahnya. (den/ton)