Stok Beras Jateng Berlebih

120

2014, Salurkan ke Luar Provinsi 107 Ribu Ton
SEMARANG – Saat ini, Jateng termasuk daerah swasembada beras. Bahkan, Bulog Divisi Regional Jateng telah melakukan move nas atau pengiriman besar secara nasional, di antaranya ke Jawa Barat sebanyak 10 ribu ton.
Ka Bulog Divre Jateng, Damin Hartono kemarin mengatakan, persediaan beras Jateng hingga kemarin mencapai 297.564 ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran raskin hingga delapan bulan ke depan atau hingga bulan September mendatang. Dipaparkan, jumlah di masing-masing sub divre di antaranya Semarang dengan 64.119 ton, Pati dengan 84.324 ton, Surakarta dengan 52.276 ton, Banyumas 29.114 ton, Kedu 20.302 ton, Pekalongan 47.428 ton.
Dari total tersebut, dari awal tahun hingga kemarin, total raskin yang telah disalurkan mencapai 36.397.560 kilogram atau setara dengan 8,15 persen dari total raskin yang akan disalurkan sepanjang tahun ini. Untuk satu tahun ini, total raskin yang akan disalurkan mencapai 446.788.260 kilogram atau sekitar 37.232 kilogram per bulan untuk sasaran 2.482.157 rumah tangga sederhana.
Terkait move nas, setelah Jabar dalam waktu dekat ini Jateng akan kembali melakukannya ke Lampung dengan total 3 ribu ton. Direncanakan, sepanjang tahun ini total beras move nas Jateng mencapai 107 ribu ton. ”Ini termasuk move nas maupun move reg, kalau untuk besaran serta wilayah mana saja yang akan dituju itu mengikuti keputusan dari pusat,” urai Damin yang baru satu pekan menjabat Ka Bulog Divre Jateng ini.
Sementara itu, karena salah satu gudang pilial yang berada di Pati terendam banjir hingga mencapai 70 cm, pihaknya terpaksa melakukan move reg ke Kedu. ”Untuk move reg ini kami lakukan sekaligus memenuhi stok beras di Kedu agar cukup untuk delapan bulan ke depan, untuk itu kami melakukan move reg ini dengan total 3 ribu ton dari Pati,” ujarnya. Di jelaskan, sebelumnya Kedu hanya memiliki stok untuk lima bulan ke depan sedangkan Pati 15 bulan ke depan. (ars/smu/ce1)

Tinggalkan Komentar: