Pengprov Cabor Kecewa Kuota Pelatda PON 2016

114

Dianggap Tak Mengarah Prestasi
SEMARANG – Beberapa pengurus provinsi cabang olahraga di Jateng tak puas dengan jumlah kuota atlet yang akan dimasukkan dalam program pelatda untuk persiapan tampil pada PON XIX/2016 Jabar. Mereka menilai kuota masih sangat kurang, bila pelatda bertujuan untuk prestasi di PON Jabar tersebut.
Pada tahapan verifikasi yang digelar KONI pada Selasa-Rabu (4-5/2), mayoritas pengprov menyatakan masih pikir-pikir dan akan merapatkan dulu dengan pengurus di pengprov cabor masing-masing setelah mendapatkan penjelasan kuota atlet. Beberapa pengprov yang kemarin hadir, di antaranya Pengprov Perkemi (Kempo), Pordasi (Berkuda), Pertina (Tinju), Perpani (Panahan) dan PBVSI (Voli).
Dari Pertina misalnya, Ketua Harian Pengprov Pertina Sudarsono mengaku tak puas ketika mendapatkan jatah tiga atlet dan satu pelatih untuk pelatda. Dia menilai, kuota tersebut terbilang sangat minim untuk cabang tinju yang mempertandingkan 18 kelas di PON. Itu sebabnya Pertina belum mengiyakan jatah tiga atlet tersebut.
“Dapatnya cuma tiga. Ini masih seperti model dulu, Pengprov harus tombok karena jatah kuota atlet sedikit, karena kami mempelatdakan banyak. Apakah model-model seperti itu akan terus dipertahankan oleh KONI Jateng? Apakah tidak ada formula lain untuk mempersiapkan atletnya menuju PON Jawa Barat mendatang?,” kata Sudarsono.
Disinggung soal model baru, Sudarsono mencontohkan pola block grant atau pemberian bantuan dana langsung berdasarkan proposal yang diajukan. Konsep ini, kata dia, sudah berlaku di Jabar dan Jatim. “Pengprov dibantu langsung, dan silakan berkreasi dalam pelatda. Hanya saja pola model begini lemah, karena bisa dimanfaatkan pengprov yang papan nama,” katanya.
Sementara itu untuk cabang olahraga kempo hanya mendapat kuota atlet sebanyak dua atlet dan satu pelatih. “Seharusnya untuk pelatda cabang olahraga ini minimal memerlukan 10 atlet sesuai dengan nomor yang ada, tetapi ya’ mau bagaimana lagi karena ini sudah keputusan dari KONI Jateng,” kata pelatih kempo Jateng Sugiarto.
Di bagian lain, Sekum Perpani Jateng Achmad Nadib mengaku legawa dengan jatah lima atlet dan satu pelatih.”Kami punya gambaran siapa atlet yang layak masuk pelatda. Dasarkan dari SEA Games dan PON 2012 lalu. Yang mungkin kami pusing adalah menentukan pelatih. Kami akan konsultasi dengan binpres Perpani,” katanya.
Plt Ketua Umum KONI Jateng Hartono mengatakan kuota atlet dan pelatih yang masuk pelatda Jateng sebanyak 170 atlet dan 30 pelatih disesuaikan anggaran yang ada. “Kuota tersebut terkait dengan pendanaan karena dengan keterbatasan dana yang ada sekarang ini kita baru bisa memasukkan sebanyak itu,” katanya.
Tetapi, lanjut dia, kalau ada cabang olahraga yang merasa kurang memenuhi kuotanya akan diakomodir pada 2015. “Yang jelas saat pra-PON semua nomor di cabang olahraga akan dimasukkan dalam program pelatda. Bagi mereka yang belum masuk program pelatda sedang kita pikirkan untuk mendapatkan insentif dari KONI Jateng. Kita akan membuat aturan yang tidak melanggar. Prinisipnya kami tak akan mengabaikan usulan pengprov,” katanya.
Ketika ditanya apakah ada kemungkinan untuk menambah jumlah atlet dan pelatih yang masuk pelatda pada 2014 ini, dia mengatakan, nanti pada anggaran perubahan 2014. “Soal jumlahnya berapa akan disesuaikan dengan anggaran yang ada dalam APBD perubahan 2014 ini,” pungkasnya. (bas/smu)

Tinggalkan Komentar: