Kejaksaan Bidik Tersangka Lain

122

Dugaan Korupsi Pacuan Kuda
UNGARAN-Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa terus mendalami penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan arena pacuan kuda di Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang yang menelan dana APBD 2011 sebesar Rp 12 miliar. Penyidik masih membidik calon-calon tersangka selain mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), Ade Fajar yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
“Saat ini tersangka yang sudah ditetapkan adalah AF. Apakah akan bertambah? Itu bisa saja, tinggal bagaimana perkembangan hasil penyelidikan nantinya,” ujar Kepala Kejari Ambarawa, Sila H Pulungan melalui Kasi Pidsus Agus Darmawijaya.
Menurut Agus, pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi. Rabu (5/2) kemarin penyidik telah memeriksa panitia pengadaan proyek pembangunan arena pacuan kuda, yakni Agung Pangarso, Sidiq Sudibyo dan Hendarstuti. Penyidik mengorek keterangan dari ketiganya terkait proses lelang pengadaan hingga berakhirnya pembangunan.
“Kami masih intensif melakukan penyidikan. Sejumlah saksi-saksi masih kami mintai keterangannya. Sehingga kasus ini dapat segera tuntas,” kata Agus.
Agus mengatakan, beberapa hari lalu Kepala Seksi Objek dan Destinasi Tujuan Wisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Sri Erita juga diperiksa. Sementara mantan Bendahara Disporapar Ciptaningsih tidak hadir memenuhi panggilan penyidik dengan alasan ada perjalanan dinas. Khusus untuk Ade Fajar rencana akan dipanggil terakhir setelah semua saksi selesai diperiksa.
“Dalam seminggu ini mungkin ada 7-8 saksi kami periksa. Selain itu kami akan meminta bantuan para ahli bangunan dan auditor untuk menghitung kerugian negara. Kemungkinan tersangka kami panggil terakhir,” tuturnya. (tyo/ton)

Tinggalkan Komentar: