4 Warga Hanyut, 1 Tewas

147

Banjir Bandang di Kalipancur
KAJEN–Banjir bandang di Kabupaten Pekalongan yang terjadi Selasa (4/2) sore mengakibatkan meluapnya sungai Sengkarang di Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Empat warga sempat hanyut dan seorang diantaranya ditemukan tewas karena tidak mampu menyeleamatkan diri.
Musibah bermula, ketika 4 pemuda Amadi,18, Wardi,17, Sodikin,17, ketiganya warga Desa Kalipancur, dan Ismail,18, warga Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong berada di sungai Sengkarang untuk mencari ikan. Keempatnya berada di tepi sungai. Tapi tiba-tiba datang banjir bandang dengan arus yang kuat dan menggerus tepian sungai tempat keempatnya berdiri.
Meski sempat hanyut beberapa meter, Amadi, Wardi dan Sodikin berhasil menepi. Sementara Ismail langsung terseret arus. “Begitu kejadian banjir badang, kami langsung berteriak minta tolong. Tapi Ismail, langsung terseret arus yang deras,” ungkap Amadi.
Perangkat Desa Kalipancur Bojong, Warsito, Rabu (5/2) siang menjelaskan, keempat pemuda tersebut awalnya hanya ingin melihat banjir. Namun tak berapa lama, mereka memancing ikan, di tepi sungai Sengkarang. Saat kejadian, beberapa warga juga berada di tepi sungai Sengkarang, membuat tanggul agar air sungai tidak meluap. “Ketika kejadian, warga langsung tanggap membantu, namun derasnya arus sungai Sengkarang, membuat warga akhirnya mengurungkan niatnya untuk mencari korban tersebut,” jelas Warsito.
Jasad Ismail baru bisa ditemukan kemarin, tak jauh dari lokasi ia terseret air. Tim Search and Rescue (SAR) Kabupaten Pekalongan sempat kesulitan ketika mencari korban, tapi akhirnya berhasil menemukan korban setelah arus sungai dan hujan reda. “Ismail ditemukan 500 meter dari tempat semula, oleh tim SAR Pekalongan,” kata Warsito.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Amat Antono, kemarin mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan rasa duka cita dan prihatin atas musibah tersebut. “Semoga musibah ini menjadi pelajaran buat kita semua, dan mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan tetap dalam ketabahan dan kesabaran,” tutur Amat Antono. (thd)

Tinggalkan Komentar: