Jembatan Evakuasi Merapi Runtuh

106

MUNGKID– Warga Desa Sewukan dan Desa Paten Kecamatan Dukun harus kehilangan salah satu akses penghubung yang juga jalur evakuasi Merapi. Pasalnya, jembatan di atas Kali Kepil ambrol sehingga melumpuhkan jalur transportasi.
Menurut keterangan yang dihimpun koran ini, jembatan ambrol, kemarin pagi. Diduga jembatan itu sudah tua dan tidak dirawat.
”Tadi pas ambrol terdengar suara sangat keras,” kata Mujiyono, 54, wara setempat.
Ambrolnya jembatan itu membuat separo lebih badan rusak. Warga yang hendak melintas harus turun ke dasar sungai atau memutar sejauh 3-4 km melalui alur Kali Trising. Namun rute tersebut cukup berbahaya karena warga harus menyeberangi Kali Trising melalui jembatan sabodam.       
Menurutnya, jembatan ini sangat vital bagi ribuan warga yang tinggal di Dusun Paten, Dusun Gondang, Dusun Jombong, Dusun Bandung, Babadan 1, Babadan 2, serta warga Dusun Sewukan Tegal.        
Relawan Guruh Merapi Harjo G mengungkapkan Kali Kepil menampung aliran hujan dari sekitar Taman Nasional Gunung Merapi serta sekitar kawasan Babadan 1, dan Babadan 2. Hal ini membuat sungai ini sering mengalami banjir besar. “Banjir lahar yang menghanyutkan empat truk di Kali Pabelan beberapa waktu lalu asal alirannya dari sungai ini,” kata Harjo.       
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Sujadi mengatakan sebagian besar badan jembatan Kali Kepil runtuh ke dasar sungai sehingga tidak bisa dilewati warga. Ia pun meminta warga untuk tidak berdiri terlalu dekat jembatan karena dikhawatirkan akan longsor lagi.
Dia mengaku belum tahu persis jumlah kerugian karena masih dalam proses penghitungan.
“Kerugiannya masih kami hitung namun yang jelas mencapai ratusan juta. Ini jalur vital bagi masyarakat. Anak sekolah dan warga ke pasar harus lewat jembatan ini,” kata Sujadi.     
Sujadi BPBD mengaku sudah melaporkan hal ini ke Bupati Magelang. “Jembatan ini runtuh karena dimakan usia. Akan kita koordinasikan dengan DPU agar bisa dibangun jembatan baru. Dengan kondisi begini tidak mungkin hanya diperbaiki. Harus dibangun ulang,” kata dia.     
Kapolsek Dukun AKP Eko Mardiyanto mengatakan dugaan kuat jembatan ini runtuh akibat usia yang sudah tua. Juga akibat banjir yaang kerap melewati bawah jembatan. “Karena sering dilalui banjir fondasi bawah itu runtuh,” kata dia. (vie/lis)