Bupati Didesak Bikin Perbup

29

TEMANGGUNG—Tarik ulur tentang Pasar Temanggung Permai (Plasa Temanggung) terus berlanjut. Kalangan DPRD Temanggung mendesak agar Bupati Temanggung segera menerbitkan peraturan bupati (perbup) yang mengatur tentang penempatan, harga dan potongan yang diberikan terhadap penempatan pasar tersebut. Menurutnya, desakan pasar gratis oleh para pedagang merupakan wewenang mutlak bupati.
“Kami sudah rapat ditingkat komisi. Kami juga sudah mengundang SKPD terkait untuk membahasnya. Tetapi kami tidak bisa terlibat dalam pemutusan hal tersebut. Sesuai dengan Perda No. 13 Tahun 2012 tentang Retribusi Pengelolaan Pasar,” kata Ketua Komisi C DPRD Temanggung.
Dalam peraturan tersebut mengamanatkan, wewenang pengurangan dan penghapusan penerimaan daerah dari sektor pasar berada pada Bupati Temanggung. Perda tersebut juga telah mengamanatkan wewenang bupati untuk menjadi dasar yuridis tuntutan para pedagang di Pasar Temanggung Permai agar digratiskan.
“Kami sudah menyusun perda-nya. Perda tersebut menjadi dasar hukumnya. Untuk teknis dan mendetail, bupati harus menyusun peraturan bupati. Perbup dapat saja berisi tentang penjelasan harga kios atau los berikut pengurangan yang diberikan,” katanya.
Politisi Partai Golkar ini menambahkan, pihaknya berpesan meskipun hal tersebut kewenangan mutlak Bupati Temanggung, namun dalam pengambilan keputusannya tidak boleh merugikan masyarakat, khususnya para pedagang. Di samping itu, kas daerah juga harus dipertimbangkan untuk mendapatkan pemasukan dari faktor tersebut.
Sebagaimana diketahui, pedagang Plasa Temanggung lama, menuntut agar Pemkab setempat menggratiskan biaya kios dan los di Pasar Temanggung Permai setelah selesai direnovasi. Salah satu alasannya, pembangunan tersebut menggunakan dana hibah dari Kementerian Perdagangan. Perwakilan para pedagang telah menemui DPRD Temanggung dan dipanggil melakukan audiensi bersama pemkab dan DPRD untuk membahas persoalan tersebut akhir pekan kemarin, namun belum ditemukan titik temu.
Sementara Kepala Disperindagkop UMKM, Roni Nurhastuti, menjelaskan penyerahan kunci kepada para pedagang di lakukan tanggal 3 sampai 5 Februari 2014 dengan syarat pedagang harus sudah membayar cicilan sewa sebesar 50 persen dari uang sewa dan sisa pelunasan paling lambat tanggal 31 Desember 2014.
“Anggaran pembangunan pasar percontohan Temanggung Permai adalah bantuan dari Kementerian Perdagangan (APBN) Rp. 6.277.398.000 dan dengan dana pendamping dari APBD Kabupaten Temanggung sebesar Rp 495.141.500,” terangnya.
Ia mengatakan, pedagang bisa masuk dan menempati los kios pada tanggal 6 Februari 2014, disamping itu diwaktu yang sama juga akan di laksanakan uji coba seluruh angkutan masuk terminal pasar tersebut. (zah/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here