Jalur Selatan Mulai Bisa Dilalui

108

PATI-Panas beberapa hari terakhir menyebabkan genangan air di sepanjang jalan penghubung antarkecamatan mulai surut. Kendaraan pun mulai bisa melintas, meski masih terdapat genangan air di sejumlah titik.
Kapolres Pati AKBP Bakharuddin Muhammad Syah melalui Kasatlantas AKP Ifan Hariat T mengungkapkan bahwa sejumlah akses jalan yang sebelumnya tertutup air dan tidak bisa dilalui kendaraan, kini mulai bisa dilalui kembali. Meski demikian, pihaknya mengimbau kepada para pengguna jalan agar tetap waspada saat berkendara di lokasi jalan yang tergenang.
”Banyak jalan rusak yang disebabkan banjir. Kami mengimbau para pengguna jalan agar tidak lengah dalam berkendara, sehingga bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya kemarin.
Untuk Jalan Pantura Pati-Juwana, sudah bisa dilalui dengan lancar dalam dua arah. Namun, genangan air masih tampak di sekitar pertigaan Ngebruk dan Desa Bendar, Kecamatan Juwana, dengan ketinggian genangan sekitar 10-15 sentimeter sepanjang 100 meter. Di lokasi tersebut, kendaraan besar biasanya melaju pelan, sehingga para pengguna jalan diimbau untuk bersabar.
”Untuk air di Jembatan Ngayo Juwana sudah berangsur surut. Sedangkan untuk Jalan Juwana-Jakenan ketinggian air masih berkisar antara 10-20 sentimeter sepanjang 300 meter,” ujarnya.
Sedangkan untuk lalu lintas di selatan Pati yang sebelumnya tidak mampu dilalui kendaraan kecil dan sepeda motor, kemarin mulai dilalui pengendara motor. Seperti yang ada Jalan Pati-Kayen. Ketinggian air yang ada di sana, saat ini berkisar antara 20-30 sentimeter sepanjang satu kilometer.
Tidak berbeda jauh dengan ruas jalan yang ada di Jalan Pati-Gabus. Dari Ngantru-Gempolsari, sepanjang 100 meter, ketinggian air berkisar antara 30 sentimeter. Di dua jalur tersebut, banyak terdapat jalan rusak yang masih tergenang. ”Dua jalur tersebut sudah bisa dilalui kendaraan, tapi harus tetap hati-hati karena banyak jalan yang rusak,” katanya.
Di Kudus, banjir yang melanda sejumlah lokasi sejak Senin (20/1) lalu belum sepenuhnya surut. Meski intensitas hujan sudah mulai berkurang, namun banjir masih menggenangi sejumlah rumah warga.
Sementara itu, para pengungsi merasa resah lantaran terlalu lama di lokasi pengungsian. Salah satunya, Sumarni, 45, salah satu pengungsi di GOR Wergu Wetan, sudah ingin pulang. ”Suami saya sudah mengecek rumah di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan. Tapi air masih menggenang, meski volumenya sudah berkurang. Sebelumnya mencapai sekitar satu meter, sekarang sudah sekitar 50 sentimeter,” ungkap Sumarni.
Kondisi tersebut membuat beberapa pengungsi lain mengurungkan niat untuk kembali ke rumah. Pasalnya masih belum memungkinkan jika menempati rumah yang masih digenangi air. ”Sebelumnya saya memang berencana pulang setelah hujan mulai reda. Namun karena banjir belum surut, saya tidak jadi pulang,” katanya. (sya/ery/aji/ida)