Identitas Ibu Palsu, CCTV Tak Berfungsi

150

GAJAHMUNGKUR — Kasus penemuan bayi di kamar hotel Neo Jalan S Parman 56 Semarang masih diselidiki Unit Reskrim Polsek Gajahmungkur. Petugas mengalami kesulitan karena identitas perempuan yang menyewa kamar tersebut ternyata palsu. Untuk sementara, bayi perempuan yang diperkirakan baru berusia 3 hari itu dititipkan ke RS Bhayangkara Semarang.
Kapolsek Gajahmungkur Kompol Meiliyan Rahmadi mengaku sudah menelusuri identitas pemesan kamar 118 Hotel Neo atas nama Fifin Setyoningsih, 32, warga Jalan Siwalan I, Wonodri, Semarang Selatan. Tapi setelah dicek, ternyata alamat sesuai KTP tidak cocok. “Sudah ditelusuri ternyata alamat pem-booking hotel itu palsu. Kami masih terus melakukan penyelidikan kasus penemuan bayi ini,” katanya.
Meiliyan mengatakan, kondisi bayi malang tersebut membaik setelah mendapatkan perawatan maksimal. Hasil pemeriksaan, kuat dugaan bayi itu lahir sekitar 3 sampai 4 hari sebelum ditemukan. “Perempuan yang membawa berkulit hitam, rambut sebahu, dan tinggi kira-kira 160 cm,” imbuhnya.
Diakui, di dalam hotel telah dipasang closed camera television (CCTV). Tapi entah kenapa, saat kejadian CCTV sedang dalam perbaikan. Alhasil, tidak ada rekaman yang memperlihatkan sang ibu pembuang bayi masuk dan keluar kamar.
Dengan berbekal keterangan sejumlah karyawan hotel, Polsek Gajahmungkur akan bekerja maksimal untuk menemukan siapa pelaku pembuangan bayi seberat 3 kg tersebut. “Selama proses penyelidikan, bayi akan terus dirawat di RS Bhayangkara. Sembari kami mencari siapa ibu bayi malang itu,” tambahnya.
Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombespol Musyafak mengatakan, bayi malang buangan itu dititipkan di RS Bhayangkara sekitar pukul 19.30. Bayi tersebut dalam kondisi sehat. “Masih mendapatkan perawatan di rumah saki,” katanya. (fth/ton)