4 Cabor akan Dipertandingkan Lagi

142

Di PON 2016 Jabar
SEMARANG – KONI Jateng saat ini belum membahas kemungkinan dipertandingkannya beberapa cabang olahraga baru di PON XIX 2016 yang akan digelar di Jabar mendatang. Beberapa cabor baru yang di PON 2012 lalu di Riau tidak dipertandingkan, dan kemungkinan besar akan dipertandingkan di PON Jabar di antaranya adalah hoki, dansa, berkuda, drumband serta kriket.
Untuk empat cabor yaitu hoki, dansa, berkuda dan drumband memang telah sempat diperdebatkan di PON Riau 2012 lalu namun akhirnya diputuskan tidak dipertandingkan. Sementara untuk cabor kriket cabor yang cukup populer di Eropa dan Asia Selatan itu, saat ini dikabarkan juga tengah digodok oleh PB PON untuk masuk dalam 44 cabor yang akan dipertandingkan di PON Jabar. “Kita belum mendapatkan kabar dari PB PON mengenai perkembangan kemungkinan dimainkannya cabor-cabor baru, tapi kami juga sudah mulai membahas kemungkinan tersebut,” beber Plt. Ketua Umum KONI Jateng, Hartono kemarin.
Untuk pembahasan tingkat nasional, menurut Hartono kemungkinan juga akan dilakukan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI yang akan digelar di Jakarta pada bulan Maret 2014 mendatang. “Kemungkinan jumlah cabor di PON Jabar memang akan dibahas dalam RAT tersebut karena mekanismenya memang harus melalui KONI Pusat dan pengurus besar masing-masing cabor,” lanjut Hartono.
Sebelumnya, beberapa KONI Provinsi termasuk KONI Jatim memang sempat mempertanyakan keputusan PB PON untuk mengusulkan dipertandingkannya beberapa cabor baru termasuk kriket di PON Jabar. Selain masalah orientasi pembinaan olahraga di daerah, cabor kriket saat ini dinilai masih kurang populer di Indonesia dan memiliki jumlah kepengurusan daerah yang masih dipertanyakan jumlahnya.
Hartono melanjutkan, selain juga akan membahas kemungkinan dimainkannya cabor baru di PON Jabar, saat ini Jateng juga tengah fokus untuk mempersiapkan diri menjelang verifikasi kesiapan Jateng untuk menjadi tuan rumah PON 2020. Verifikasi tersebut menurut Hartono, kemungkinan akan dilakukan KONI Pusat pada pertengahan bulan Februari 2014 ini,”Tanggal pastinya kami belum tau, tapi yang jelas kami sudah menyiapkan diri untuk verifikasi itu,” pungkas Hartono kemarin. (bas/smu)