Polsek Sayung ”Pindah” ke Puskesmas

149

Kaki Petugas Polsek Kena Rangen
DEMAK — Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Sayung, hingga kemarin, masih berdampak pada pelayanan Polsek Sayung. Sebab kantor Polsek tersebut masih terendam banjir.
Air banjir yang bercampur rob, memaksa petugas Polsek Sayung mengalihkan pelayanan masyarakat ke Puskesmas Sayung yang letaknya berdekatan. Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Sutomo mengatakan, untuk sementara ini, pelayanan surat-surat pembuatan SKCK dari Polsek dilayani di Puskesmas.
”Ya baru kali ini pelayanan Polsek dipindahkan ke kantor Puskesmas,” ungkap AKP Sutomo, kemarin. Menurut dia, banjir sangat mengganggu, karena kantor Polsek tergenang air terus-menerus. Air sulit hilang, meski sudah berusaha disedot dengan pompa.
”Disedot, air kembali lagi karena hujan masih terus berlangsung sampai sekarang. Bahkan, untuk membeli solar saja, sudah tekor tidak mampu lagi. Sehari bisa menghabiskan anggaran swadaya Rp 100 ribu lebih hanya untuk solar. Pokoke Polsek Sayung mesakke (kasihan) kondisinya seperti itu. Jadi, sudah tiga hari ini pelayanan dipindahkan,” katanya.
Menurut Sutomo, sebelumnya petugas sudah berupaya bertahan di Kantor Polsek. Namun, lama kelamaan air yang terus menggenangi kantor, membuat tidak nyaman. Kaki petugas kena kutu (rangen) sehingga cukup mengganggu.
AKP Sutomo menambahkan, kondisi yang demikian, sudah saatnya kantor Polsek Sayung dibongkar dan dibangun lagi. Sebab, bangunan sudah rapuh kena rob dan banjir. Apalagi, kata dia, atap kantor juga hancur dimakan rayap. ”Atapnya cukup membahayakan karena dimakan rayap. Harus dibongkar total. Hanya saja, memang belum ada anggaran,” jelasnya.
Dikatakan, Polsek Sayung mudah kena banjir karena posisinya lebih rendah dari halaman. Halaman kantor sebelumnya sempat ditinggikan. Namun, karena keterbatasan dana, tidak bisa ditinggikan semua.
Banjir tidak hanya merendam kantor Polsek, namun kantor muspika lainnya. Seperti Koramil dan Kecamatan Sayung. Banjir kali ini terbilang paling parah. Biasanya, banjir rob dan tidak lama surut lagi. ”Tapi, banjir ini sudah berhari-hari sejak dua pekan lalu.” (hib/isk/ce1)

Tinggalkan Komentar: