Manajemen PSIS Maksimalkan Penjualan Tiket

115

SEMARANG – Manajemen PSIS berharap bisa memaksimalkan penjualan tiket laga kandang mereka selama melakoni Divisi Utama musim 2014. Hasil penjualan tiket ini menjadi salah satu poin penting bagi biaya operasional PSIS.
Musim kompetisi lalu, pemasukan melalui sektor tersebut cukup signifikan, total manajemen mampu merau pemasukan Rp 1 miliar lebih dari sektor penjualan tiket. Musim ini tampaknya manajemen akan berusaha kembali memaksimalkan pemasukan di sektor itu. ”Dukungan suporter tentunya sangat kami harapkan dalam melakoni kompetisi. Terutama untuk pemasukan dari sektor penjualan tiket saya kira akan menjadi sektor yang cukup penting selain dari sponsorship,” kata Manajer Tim PSIS Wahyu ”Liluk” Winarto.
Untuk mencapai hal tersebut, Liluk mengakui, butuh kesadaran yang cukup besar terutama dari dua kelompok suporter PSIS, yaitu Panser Biru dan Snex. Dari pantauan lapangan, cukup banyak suporter baik, Panser Biru maupun Snex yang memilih meloncat pagar dari pada membayar tiket. Bahkan saat laga away justru meminta subsidi kepada manajemen. Hal itu bukan salah satu bentuk dukungan, tetapi justru memberatkan Laskar Mahesa Jenar. “Kita bisa contoh tim-tim lain seperti Persib Bandung, Arema Malang PSS Sleman dan lain-lain sudah mulai dewasa. Makanya untuk musim ini kita akan menggelorakan no ticket, no game,” sambungnya kemarin.
Hanya saja terpisah, diakui Ketua Umum Panser Biru, Mario Baskoro, baik PSIS maupun kelompos suporter memang harus bersinergi untuk mewujudkan rencana-rencana yang akan mulai digarap manajemen PSIS musim ini. ”Kalau suporter hanya dapat membantu dari sektor tiket. Namun, PSIS juga harus tampil baik di setiap pertandingannya sehingga menarik warga untuk datang ke stadion,” kata Mario Baskoro, kemarin.
Dia menambahkan, untuk mengatasi masalah finansial manajemen dapat menggandeng stakeholder dan pemerintah setempat. Melihat jam terbang orang-orang yang masuk jajaran manajemen, dia optimistis PSIS akan banyak memiliki sponsorship untuk mensuport kompetisi.
Sedangkan Ketua Snex Rendra Kuswara, mengatakan, saat ini kelompok suporter PSIS juga tengah fokus untuk mendewasakan lagi anggotanya. Memberikan pengarahan agar tertib dan menjaga sikap serta keamanan, baik saat mendukung laga kandang maupun tandang. ”Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Baik yang ada di Kota Semarang maupun dengan pihak kepolisian daerah tempat yang dituju. Harapannya kedatangan suporter dapat lebih terpantau dan terjaga,” kata Rendra. (bas/smu)