Korban Banjir Butuh Buku dan Alat Sekolah

39

DEMAK — Siswa sekolah yang merupakan korban banjir di beberapa desa dan kecamatan di wilayah Demak, kini sangat membutuhkan buku dan alat perlengkapan sekolah, termasuk seragam. Sebab, semua peralatan sekolah mereka hanyut dan basah terendam banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Bambang Saptoro melalui Kasi Rekonstruksi, Agus Budiyono, mengatakan, para pengungsi masih membutuhkan bantuan. Utamanya, anak-anak sekolah. ”Seperti di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, siswa juga menjadi korban banjir. Buku dan perlengkapan sekolah lainnya ikut terendam,” terangnya.
Selain pelajar, BPBD kini juga masih memerlukan bantuan karung untuk mengantisipasi banjir susulan. Sebab, puluhan ribu karung ludes untuk membantu warga. Agus menambahkan, sekarang ini BPBD tengah berkonsentrasi menghitung kerugian akibat bencana banjir di Kota Wali sebelumnya.
”Kita masih melakukan penghitungan, baik kerusakan maupun kerugian sebagai dampak bencana. Yang sudah masuk baru dari Kecamatan Karanganyar. Itu pun, data yang dilaporkan masih harus kita verifikasi dulu.”
Terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Demak, Wiwin Widodo mengaku, hingga kemarin pihaknya belum bisa menyimpulkan kerugian areal pertanian yang terendam banjir. Yang ada, baru perhitungan luasan lahan pertanian.
Berdasarkan data dari petugas di lapangan, luasan lahan pertanian yang rusak dan terendam mencapai 8.700 hektare (ha) lebih. Termasuk, di antaranya 10 ha tanaman bawang merah di Kecamatan Mijen.
”Yang paling banyak terendam itu tanaman padi. Usianya antara 45 sampai 50 hari. Dan, sudah mau panen namun kebanjiran,” katanya. Untuk tanaman padi yang paling banyak tenggelam oleh air berada di Kecamatan Mijen dan Wedung. (hib/isk/ce1)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here