Jumlah Pialang Saham Masih Terbatas

SEMARANG – Hingga saat ini, jumlah pialang saham yang memiliki sertifikat Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) masih terbatas. Akibatnya, banyak perusahaan sekuritas yang saling bajak tenaga pialang saham.
WPPE sendiri merupakan izin tertulis dari Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan). Sertifikat tersebut bisa diperoleh setelah mengikuti ujian standar profesi yang diselenggarakan oleh panitia standar profesi pasar modal berskala nasional yang diakui oleh Bapepam-LK.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Semarang, Stephanus Cahyanto Kristiadi, ujian bukan merupakan proses mudah yang harus diikuti oleh tenaga pialang. Diakuinya, hingga saat ini, jumlah pialang saham yang sudah memiliki sertifikat tersebut belum banyak. ”Bahkan, untuk Bursa Efek Indonesia cabang Semarang sampai sekarang masih banyak mendatangkan tenaga pialang dari pusat,” ujarnya kepada wartawan, baru-baru ini.
Sebagai upaya untuk mengurangi penambahan tenaga dari pusat, pihaknya aktif melakukan pelatihan yang bekerja sama dengan TICMI (The Indonesian of Capital Market Institute). ”Diharapkan, melalui program ini, sumber daya manusia yang bekerja di perusahaan efek yang ada di Semarang bisa lebih baik kualitasnya,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta di Semarang dan sekitarnya dalam rangka memberikan pelatihan transaksi saham ini, di antaranya di Undip, Unnes, Unika Soegijapranata serta beberapa universitas lain. Sementara itu, keuntungan lain dari adanya program pelatihan tersebut, bisa membantu tenaga pialang yang sudah bekerja di sebuah perusahaan sekuritas dan belum lulus, bisa segera lulus. ”Karena melalui pelatihan ini, bisa membantu para tenaga pialang ini saat mengikuti ujian,” ujarnya. (ars/smu/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here