BENDAN DUWUR — Jalan Pawiyatan Luhur, Kelurahan Bendan Duwur, Gajahmungkur kembali ambles. Kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun saat musim penghujan ini, kondisinya semakin parah. Bahkan, hampir setiap hari, jalan antara kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang dengan kampus Unika Soegijapranata tersebut terjadi kecelakaan.
Seperti yang dialami Puspitasari, 19, Jumat (31/1) siang kemarin. Puspitasari yang mengendarai motor bebek memboncengkan ibunya jatuh terkapar di jalan yang ambles. Akibatnya, Puspitasari jatuh pingsan. Beruntung, ia hanya mengalami luka ringan. Sedangkan sang ibu tak mengalami luka sedikit pun.
Menurut Andi, 21, salah satu pengendara motor yang melintas saat kejadian, sebelum mengalami kecelakaan, Puspitasari melaju dari arah Kreteg Wesi (Sampangan) menuju arah Jatingaleh. Selepas depan kampus Untag, jalanan menurun. Saat itulah, diduga Puspitasari kurang hati-hati hingga terjungkal saat motornya melewati jalan yang ambles.
”Sebenarnya jalan sudah dibeton. Tapi, ambles lagi. Tadi mbaknya (korban, Red) mungkin kaget, sehingga jatuh terjungkal,” kata Andi kepada Radar semarang.
Kejadian itu pun sempat mengejutkan pengendara motor lainnya. Mereka segera menolong korban dengan mengangkatnya ke pinggir jalan. Ibu korban terlihat panik melihat anaknya pingsan. ”Jangan ditanya-tanya dulu, Mbak. Saya masih shock, anak saya kan masih pingsan,” ucap ibu tersebut.
Kerusakan Jalan Pawiyatan Luhur ini sebenarnya sudah kerap dikeluhkan warga. Karena jalan tersebut ambles hingga sedalam 30 sentimeter.
Menurut Sulasmi, 48, seorang pedagang Pasar Jatingaleh yang setiap hari melewati jalan tersebut, kerusakan Jalan Pawiyatan Luhur semakin parah sejak sebulan ini. Selain ambles, di beberapa titik juga berlubang. Sehingga membahayakan bagi pengendara motor, terutama saat hujan dan malam hari.
”Setiap hari saya ke Pasar Jatingaleh lewat jalan ini. Saya mohon jalan segera diperbaiki,” kata warga Pakintelan RT 02 RW 02 Gunungpati ini.
Agar tak jatuh korban lagi, kemarin Sulasmi bersama suaminya, Sumari, 52, sempat berhenti mengumpulkan batu dan tanah untuk menutup lubang jalan tersebut. ”Kami berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan ini (Pawiyatan Luhur) agar kecelakaan tidak terjadi lagi,” harap Joko, 50, warga Bendan Duwur. (mg8/aro/ce1)