WONOSOBO – Memasuki tahun kuda kayu, dalam perhitungan ramalan China, empat shio tergolong ciong alias kurang beruntung. Empat shio itu meliputi, kuda, kelinci, ayam dan tikus. Agar pada masa mendatang kehidupannya selaras, umat Tempat Ibadah Tri Dharma Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo yang masuk dalam empat shio itu, diajak melakukan sembahyang selama 15 hari ke depan.
Perayaan tahun baru China arau Imlek 2565, dirayakan oleh Umat Trri Dharma Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo, dengan menggelar sembahyang bersama tengah malam, tepat pukul 00.00 WIB.
Sebelum sembahyang, para umat sejak pukul 21.00, sudah mendatangi kelenteng di Jalan A Yani. Satu per satu umat melakukan sembahyang sendiri di depan altar, kemudian mengambil pita dibubuhi tulisan berisi harapan memasuki tahun baru. Setelah itu, pita digantungkan di pohon buatan warna-warni.
Ketua Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo Salim Kardianto mengatakan, pohon harapan sebagai media menanamkan cita-cita bagi kehidupan umat pada masa mendatang. Harapan yang ditulis beragam, bisa permohonan mengenai rezeki, karir, jodoh, hingga kebahagiaan keluarga.“Semua umat menuliskan sesuai yang diimpikan,”katanya.
Pria yang intim disapa Gowet ini mengatakan, berdasarkan ramalan perhitungan China, memasuki tahun kuda kayu ini, ada empat shio yang tergolong kurang beruntung, meliputi, kuda, kelinci, ayam dan tikus. Untuk menyelaraskan pada kehidupan mendatang, para pemilik shio diajak sembayang tiap malam selama 15 hari mendatang.
“Sembahyang dilakukan jam tujuh malam, hal ini supaya umat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa pada awal tahun, sehingga kehidupan mendatang lebih selaras,” jelasnya.
Sembahyang ini, kata Gowet, juga sebagai media instropeksi diri umat. Tak hanya yang shionya ciong, namun para umat lain, hingga perayaan cap go meh, tiap malam melakukan sembahyang.
“Semua umat melakukan sembahyang, cuma untuk yang empat shio ini, untuk lebih waspada,” imbuhnya
Sementara itu, Hasan Akli pemimpin sembahyang perayaan Imlek mengatakan, sembahyang akhir tahun merupakan refleksi bagi semua umat, agar mengevaluasi kehidupan selama setahun lalu. Selain itu, juga menyuguhkan syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan selama satu tahun lalu. “Kami juga menyampaikan doa harapan, agar ke depan Wonosobo dan Indonesia tidak terkena bencana. Rakyat makmur negara kuat,” pungkasnya.
Suasana serupa juga terlihat di Kelenteng TITD Liong Hok Bio Magelang. Doa yang dipanjatkan semoga Indonesia terhindar dari segala musibah dan marabahaya. “Diharapkan kondisi cuaca juga segera membaik agar seluruh masyarakat dapat kembali bekerja dan beraktivitas seperti biasa,” kata Liem Wui Hiung, dari seksi kerohanian Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio di Kota Magelang, kemarin.
Dengan begitu, dia berharap kehidupan di tahun kuda kayu ini, diharapkan nantinya akan berlangsung lebih baik dari sebelumnya. “Semoga angin bertiup lembut dan hujan turun pada masanya,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, segenap warga Tionghoa juga berdoa agar diberi kesehatan, kemudahan dalam rezeki, dan dapat senantiasa membantu meringankan beban sesama.
Ketua Yayasan Tri Bhakti TITD Liong Hok Bio, Paul Chandra Wesi Aji mengatakan, kuda di tahun kuda kayu menjadi simbol bahwa tahun ini, semua orang harus bekerja lebih keras agar dapat meningkatkan derajat kehidupannya. Kuda yang juga merupakan lambang keperkasaan, mengingatkan agar setiap orang tangguh dalam menghadapi setiap persoalan. (ali/vie/lis)