Dipukul Suami, Lapor Polisi

147

BARUSARI – Apes dialami RH, 31, warga Karang Kidul, Semarang Tengah. Betapa tidak ia mengaku dipukul sang suami J, 42. Pemicunya sepele RH menyuruh suami tidur di luar rumah karena sering pulang dini hari dan sering marah-marah.
RH mengaku kejadian bermula ketika ia sudah tertidur pulas di kontrakan daerah Gayamsari. Kamis (30/1) sekitar pukul 01.30, J pulang bekerja sembari menggedor-gedor pintu rumah. ”Kebetulan suami bekerja sebagai tukang parkir di kawasan Simpang Lima,” akunya.
RH cukup jengkel karena dibangunkan di tengah malam dengan marah-marah. Saat itulah ia sempat meminta agar suaminya tidur di luar rumah. Meskipun pada akhirnya ia bangun dan membukakan pintu. ”Saat sudah masuk itu, suami langsung marah,” imbuhnya.
Saat J sudah masuk ke dalam rumah, sempat terjadi pertengkaran dan adu mulut. RH tidak menceritakan secara rinci, namun kehidupan rumah tangganya sudah tidak harmonis. Di tengah pertengkaran, tiba-tiba J langsung memukulnya. RH langsung terdiam dan menangis. ”Pelipis mata memar, kepala saya pusing,” kesalnya.
Usai mendapatkan pukulan RH kemudian pergi meninggalkan rumah. Ia lantas berobat di rumah sakit Bhayangkara dan melakukan visum. Berbekal kartu berobat RGD: 011140130002, RH akhirnya melaporkan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga itu ke polisi. Ia mengaku nekat membawa ke jalur hukum karena sudah tidak tahan dengan perlakuan kasar sang suami. (fth/ton/ce1)