Berkas Salim Siap Masuk Pengadilan

58

SEMARANG – Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah telah merampungkan berkas dakwaan Bupati Rembang Mochamad Salim. Tersangka kasus dugaan korupsi penyertaan modal APBD Rembang kepada PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) 2006-2007 harus siap-siap segera menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.
”Jaksa sudah menyelesaikannya (berkas Salim, Red). Sudah dinyatakan lengkap,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng Masyhudi kepada wartawan.
Dengan lengkapnya berkas tersebut, Kejati Jateng segera melimpahkan ke bagian Pidana Khusus (Pidsus) Pengadilan Negeri (PN) Semarang. ”Minggu ini kami limpahkan. Secepatnya,” tambahnya.
Salim ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Juni 2012 lalu setelah diduga terlibat dalam kasus penyimpangan modal PT RBSJ. Hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan register Nomor 1/S/VII – XIV/02/2013 diketahui kerugian negara mencapai Rp 4,12 miliar. Selain Salim, Direktur RBSJ Siswadi juga sudah ditahan sejak 2013 lalu.
Ketika dilimpahkan ke Kejati Jateng, Kamis (16/1) lalu, Salim melakukan klarifikasi soal tuduhan penyalahgunaan kewenangan terkait penyertaan modal Rp 25 miliar di PT RBSJ. Berdasarkan laporan pada 2010, pihaknya meminjam kas daerah pada 28 November 2006 dan langsung dikembalikan sesudah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2007 disahkan pada 16 Desember 2006.
”Selang waktu sekitar tiga minggu, semuanya langsung dikembalikan 100 persen,” paparnya.
Untuk penyertaan modal yang digunakan PT RBSJ, sudah bukan kewenangannya. Salim, sebagai pemegang kebijakan hanya mendapatkan laporan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). ”Kewajiban penggunaan dana tersebut menjadi tanggung jawab direktur PT RBSJ,” ungkapnya.
Salim mengaku harus mengambil kebijakan meminjam Rp 25 miliar dari kas daerah, karena akhir tahun anggaran sudah mepet. Jika waktu itu tidak mengambil kebijakan tersebut, pasti tidak akan ada penyertaan modal ke PT RBSJ. ”Dan kenyataan apa yang dilakukan PT RBSJ pada waktu itu adalah menguntungkan perusahaan.” SPBU yang dipermasalahkan, lanjutnya, sejak Juli 2007 sampai sekarang masih mendapatkan laba kurang lebih Rp 100 juta per bulan. (ris/jpnn/ton/ce1)

Tinggalkan Komentar: