Berjudi, Oknum Polisi Disel 21 Hari

16

BARUSARI – Aiptu Ardiansyah, anggota Polsek Semarang Barat yang terlibat kasus judi dadu telah menjalani hukuman disiplin. Hukuman tersebut diterima lantaran ia dianggap telah melanggar aturan yang berlaku dan mencoreng nama baik kepolisian.
”Benar, yang bersangkutan sudah menjalani hukuman. Ia (Aiptu Ardiansyah, Red) ditempatkan di sel khusus di ruang tahanan Polrestabes selama 21 hari,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono, Jumat (31/1).
Hukuman tersebut diberikan kepada Ardiansyah merujuk pada Surat Perintah Kapolrestabes Semarang nomor Sprin/2313/1/2014 tertanggal 30 Januari 2014. Kapolrestabes menilai hukuman tersebut sangat pantas, apalagi ia memiliki rekam jejak yang buruk selama menjalankan tugas sebagai aparat kepolisian.
”Track record-nya sudah kami lihat dan ia sering bermasalah, termasuk terlibat tindak pidana,” paparnya.
Terpisah, Koordinator Indonesian Police Watch (IPW) Jateng Untung Budiarso mengapresiasi langkah yang ditempuh Kapolrestabes Semarang. Ia menilai pemberian sanksi tersebut merupakan langkah progresif. Hal itu membuktikan bahwa pihak kepolisian serius dalam melakukan penindakan terhadap anggotanya yang membuat pelanggaran.
”Sel khusus itu sedianya untuk pelaku kriminal yang berpotensi kabur dan mempunyai kesalahan berat. Kalau diberikan kepada oknum polisi yang bermasalah itu bagus,” paparnya.
Ardiansyah tertangkap tangan oleh Satuan Provos Polrestabes Semarang sedang judi dadu di belakang toko kayu Jalan Kembangarum Manyaran Semarang pada Selasa (7/1) lalu. Selain mengamankan Ardiansyah, aparat juga menangkap Aiptu CO di lokasi. Dalam pengembangannya, polisi kemudian menangkap Aipda SI, anggota polsek Gunungpati. Kedua oknum polisi ini masih menunggu keputusan sanksi yang akan dijatuhkan. (har/jpnn/ton/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here