Bayi Ditinggal di Kamar Hotel Neo

125

GAJAHMUNGKUR — Bayi berjenis perempuan yang diperkirakan berusia tiga hari, kemarin (31/1), ditinggal ibunya di kamar Hotel Neo nomor 118 Semarang. Di dekat bayi, ditemukan secarik kertas berisi pesan yang diduga ditulis oleh sang ibu bayi. ”Bayi itu ditemukan pukul 14.00,” kata Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Meiliyan Rahmadi, kemarin.
Kapolsek mengatakan, kamar 118 tersebut disewa oleh wanita bernama Fifin Setyoningsih, 32, warga Jalan Siwalan I, Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan. Perempuan tersebut check in Kamis (30/1), dan pukul 12.00 kemarin seharusnya sudah check out. Namun hingga pukul 14.00, wanita tersebut tidak kunjung check out di meja resepsionis hotel.
”Pihak hotel kemudian mengecek ke kamar sekitar pukul 14.00. Saat mengecek itulah, terdengar suara tangisan bayi. Dan saat dibuka dengan kunci duplikat, ternyata perempuan yang menyewa kamar sudah tidak ada,” katanya.
Selain bayi mungil tersebut, ditemukan kertas memo kecil dengan tulisan tipis dari pensil berbunyi: ”Cantik aku percaya engkau akan tumbuh sehat dan cantik. Tuhan aku titipkan anakku padamu, aku percaya engkau lebih baik daripada aku untuk mengasuh anak yang tidak berdosa ini. Rumah tanggaku berantakan, jika harus mengasuh aku tak mampu, keluargaku tak menerima semua ini. Tuhan aku percayakan semuanya padamu. God bless you.”
Bayi yang memiliki berat 3 kg itu diperkirakan masih berusia sekitar tiga sampai empat hari, karena masih merah dan tali pusarnya masih basah. Saat ini, bayi tersebut dirawat intensif di RS Bhayangkara Semarang.
Sementara itu, pihak polisi masih menyelidiki apakah data KTP yang ditunjukkan saat check in asli atau palsu. Diketahui juga, wanita pembawa bayi itu check in lewat pihak jasa travel. Bahkan nomor telepon yang ditinggalkan di resepsionis juga tidak bisa dihubungi.
”Memang ada kemungkinan, pembuangan bayi itu telah direncanakan, dan bisa saja wanita itu bukan ibunya. Untuk itu, kami masih mendalami kasus ini,” katanya. (hid/aro/ce1)