Ancaman Puso Meluas

12

Per Ha, Petani Rugi Rp 3 Juta
KENDAL — Areal persawahan di Kendal yang terancam puso semakin meluas akibat banjir. Sebelumnya, menurut data dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Kabupaten Kendal, ada 350 hektare (ha) sawah.
Kini, persawahan yang terancam puso mencapai sekitar 697 ha. Atau, naik 347 ha dari data sebelumnya. Terkait kondisi terkini, kerugian petani jauh lebih besar. Perkiraannya mencapai Rp 2 miliar, dari sebelumnya Rp 1 miliar. Adapun jumlah areal persawahan di Kendal yang terendam banjir mencapai 2.900 ha.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang, sekitar 697 ha padi yang terancam puso berada di wilayah Kecamatan Brangsong, Patebon, Rowosari dan Kecamatan Kangkung.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kendal (DP3) Sri Purwati mengatakan, kecamatan terparah adalah Brangsong. Luas sawah yang terendam 255 ha, dan terancam puso.
”Posisi kedua, paling banyak, Patebon 250 ha, Rowosari 56 ha. Sisanya Kecamatan Kangkung dan Kecamatan Kendal.”
Sri menyampaikan, per satu ha sawah yang terendam, petani menderita kerugian Rp 2,5-3 juta. ”Ya, pasti kerugian akibat puso yang diderita petani semakin bertambah.”
Ironisnya, kata Sri, pihaknya tidak bisa menjanjikan bantuan bibit. Ia beralasan, DP3K tidak punya anggaran. ”Karena tidak ada anggaran, kami berusaha mengajukan kepada Kementerian Pertanian agar petani bisa mendapatkan bantuan bibit.” (den/isk/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here