Uang Luntur, Pengganda Upal Dihajar Warga

136

BATANG—Erwan bin Cahyono, 32, warga Dukuh Kempyungan, Desa/Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Kamis (30/1) pagi kemarin, babak belur dihajar massa di Pasar Limpung. Warga kesal dengan ulah Erwan yang selalu membeli rokok dengan uang palsu.
Uang palsu yang dibelanjakan Erwan, diketahui oleh warga ketika membeli rokok di warung milik Nur Faizah, 28, di tepi jalan raya Limpung. Saat itu, Erwan membeli dua bungkus rokok seharga Rp 26 ribu. Pelaku menyerahkan 3 lembar uang pecahan Rp 10 ribu. Karena tak ada uang kembalian, akhirnya 1 lembar uang Rp 10 ribu, ditukar ke warung sebelah oleh Nur. Ternyata, uang pecahan Rp 10 ribu milik Erwan, luntur ketika kena air hujan.
“Saat itu gerimis. Tiga lembar uang Rp 10 ribu saya pegang, dan kena air hujan. Ternyata uangnya luntur semua, saya langsung teriak maling,” ungkap Faizah.
Diteriaki maling, Erwan lari. Sebaliknya, warga sekitar yang mendengar teriakan Nur, langsung mengejar pelaku yang kabur membawa 2 bungkus rokok. Erwan pun sempat menjadi bulan-bulanan warga, sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Limpung Polres Batang. ”Saya jengkel saja, seharian dagangan belum laku, begitu ada pembeli uangnya palsu,” tutur Nur, kesal.
Saat diperiksa, di saku baju Erwan, polisi menemukan 10 lembar pecahan uang palsu Rp 10 ribu, dengan seri yang sama TKA740729. Oleh petugas Satuan Reskrim Polres Batang, Erwan digelandang ke rumahnya di Dukuh Kempyungan, Desa/Kecamatan Pecalungan.
Di kamar tidur Erwan, polisi menemukan 60 lembar pecahan uang palsu Rp 10 ribuan, 8 lembar uang kertas palsu berbagai nominal. Totalnya, Rp 384 ribu uang palsu siap edar. Uang palsu milik Erwan, hasil print out yang belum dipotong. Polisi membawa barang bukti lain, berupa 1 printer merk Canon type Pixma MP-237 dan sebuah laptop merk DELL.
Kepada penyidik di Mapolres Batang, Erwan mengaku sengaja mencetak uang palsu pecahan Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu. Menurut Erwan, selama ini uang palsu yang dibelanjakan, sudah lebih dari Rp 500 ribu, disebar ke pedesaan, utamanya pasar-pasar tradisional. ”Saya tidak berpikir, kalau uang itu akan luntur. Karena selama ini jarang ketahuan.”
Kabbag Humas Polres Batang AKP Makhsus, menuturkan, Erwan dijerat pasal 245 KUHP tentang Pemalsuan Uang. Ancaman hukumannya, maksimal 15 tahun penjara.
“Hingga kini petugas masih terus memeriksa Erwan. Tujuannya, mengorek apakah dia terlibat dalam jaringan pengedar uang palsu, masih terus kita kembangkan.” (thd/isk)