28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Setiap Hari, Lalu Lintas di Bawen Macet

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

UNGARAN — Proyek pembangunan jalan utama Banyumanik-Bawen yang kini sedang konsentrasi pengecoran di kawasan Harjosari, Kecamatan Bawen, membuat macet arus lalu lintas.
Setiap hari, di kawasan tersebut, tepatnya mulai pertigaan terminal Bawen hingga pertigaan Klepu, Kecamatan Bergas, terjadi kemacetan panjang.
Kondisi yang demikian, dikeluhkan oleh para awak angkutan. Sebab, penghasilan para awak angkutan menurun akibat jumlah ritasi berkurang.
Pantauan Radar Semarang, pengecoran dilakukan sepanjang 2 kilometer. Pengerjaan dilakukan bertahap, setiap 200 meter di jalur arah Semarang mulai dari depan pabrik Apac Inti hingga SPBU Harjosari.
Pengecoran menyambung beton yang sudah dicor beberapa waktu lalu, dari pertigaan Bawen hingga depan PT Apacinti.
Sudarman, 40, warga Ambarawa, seorang sopir angkot mengeluhkan jumlah ritasi yang berkurang akibat kemacetan. Dampaknya, kata Sudarman, penghasilan sebagai sopir angkot pun berkurang hingga 50 persen.
”Pengaruhnya sangat besar bagi kami. Sebab biasanya ritasi bisa mencapai 4-6 kali. Tapi karena kemacetan lalu lintas, membuat waktu tempuhnya lebih lama. Sehingga sehari paling banyak 2-3 kali ritasi saja. Penurunan penghasilan kami mencapai 50 persen,” keluh Sudarman.
Menurut dia, jika proyek dilaksanakan setelah tol Ungaran-Bawen selesai, maka dampaknya tidak separah ini.
Kemacetan di jalur tersebut, terjadi dua arah. Baik dari Bawen-Semarang maupun sebaliknya. Namun, dari arah Semarang-Bawen, cenderung tidak begitu padat antrean kendaraannya.
Kondisi tersebut, memaksa warga memilih jalan alternatif. Akibatnya, jalan-jalan alternatif dipadati kendaraan bermotor di saat jam-jam sibuk berangkat dan pulang kerja.
Seperti jalur Bandungan hingga tembus ke Lemah Abang, Kecamatan Bergas, lalu lintasnya sangat padat, karena banyak warga melintas untuk menghindari kemacetan.
Selain itu, dari Lemah Abang via kawasan Gebugan hingga tembus Ungaran, juga dipadati pengguna jalan.
Menurut Teguh, 35, warga Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, kemacetan lalu lintas di Bawen, sangat panjang. Yaitu, mencapai sekitar 3 kilometer.
Kondisi itu memaksa dirinya menggunakan motor untuk berangkat kerja ke Ungaran agar tidak terjebak kemacetan.
Terpisah, Kepala Proyek KBK PT Adhi Karya, Johan Arifin mengatakan, pihaknya melakukan pengerjaan rigid pavement di sejumlah ruas jalan. Yaitu, di Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang, pertigaan Undaris di Jalan Diponegoro Ungaran, serta di depan pabrik Apac Inti Corpora.
Menurut Johan, pekerjaan rigid pavement (pengecoran) di Jalan Diponegoro Ungaran sudah selesai. Selanjutnya untuk rigid pavement sepanjang 2 kilometer di Bawen akan dikerjakan secara bertahap. (tyo/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -