MANYARAN — Waktu tujuh hari yang diberikan undang-undang untuk menentukan sikap atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, sepertinya tak dimanfaatkan dua terdakwa kasus korupsi dana proyek aplikasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Online 2011. Sekretaris Dinas Pertanian Kota Semarang (nonaktif) Lilik Purno Putranto dan Direktur PT Adora Intregasi Solusi, Vendra Wasnury hingga Kamis (30/1) tidak melayangkan pengajuan banding ke Pengadilan Tinggi Tipikor.
Dengan tidak mengajukan keberatan banding, berarti keduanya dianggap telah menerima putusan. Lilik dihukum 16 bulan dan Vendra selama 18 bulan penjara. ”Setelah kami bicarakan dengan klien kami (Lilik, Red), beliau menyatakan tidak akan mengajukan banding. Jadi klien kami lebih memilih untuk menerima putusan,” kata kuasa hukum Lilik, Permana Adi Kusumah.
Hal senada juga dikatakan kuasa hukum Vendra, Dedy Madong. Ia menyatakan bahwa kliennya memilih menjalani pidana yang sudah dijatuhkan oleh Pengadilan Tipikor Semarang. ”Karena jaksa tidak banding, klien kami juga memilih hal sama, jadi tidak banding,” ujarnya.
Dalam kasus ini, Vendra dan Lilik selain dijatuhi pidana badan juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Sedangkan Vendra juga dijatuhi pidana tambahan berupa kewajiban untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 191 juta. (bud/ton/ce1)