Pindah ke Rusunawa yang Bocor

135

KALIGAWE — Sebanyak 32 keluarga yang terdiri atas 124 jiwa warga Trangkil, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati Kamis (30/1) mulai menempati rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Kaligawe. Pindahan yang berlangsung mulai pukul 09.00 menggunakan 26 truk milik Kodam IV/Diponegoro.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo yang mengikuti proses pindahan menilai, sebenarnya rusunawa belum layak ditempati. Ia akan memerintahkan jajarannya untuk membantu warga membersihkan rusunawa. ”Nantinya dari Kodim setempat akan melakukan pembersihan secara menyeluruh. Dan itu akan dilakukan secepatnya,” ungkapnya.
Selain itu, Sunindyo juga berharap Pemkot memperbaiki fasilitas di rusunawa yang mulai rusak. Harapannya para pengungsi ini bisa tinggal dengan nyaman. ”Kami sudah melakukan koordinasi dengan anggota dewan untuk segera memperbaiki tempat ini. Karena mereka (pengungsi) sebelumnya menempati rumah yang longsor, masa harus susah lagi,” katanya.
Salah satu kerusakan fasilitas yang mengganggu warga adalah kondisi lantai yang bocor. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rusunawa Bima Iriyanto menjelaskan, kebocoran berada di kamar mandi. Ada rembesan air yang berasal dari kamar mandi lantai di atasnya. ”Itu juga terjadi di seluruh Rusunawa seluruh Indonesia,” katanya.
Bima menambahkan tahun ini telah dianggarkan dana Rp 4 miliar untuk memperbaiki Rusunawa Kaligawe. ”Perawatan Rusunawa di Kaligawe ini (memang) cukup besar,” katanya.
Korban longsor Trangkil ini menempati Blok A lantai IV. Setiap bulannya mereka membayar sewa sebesar Rp 65 ribu. Biaya ini di luar penggunaan listrik dan air. Biaya air bersih PDAM untuk kategori R3 sebesar Rp 40 ribu per bulan.
Salah seorang warga, Deby Aryanti, 34, yang mendapatkan nomor 16 A mengaku senang bisa pindah ke rusunawa meski tiap hari harus mengantar anaknya sekolah di Sampangan. ”Mau dipindah kasihan harus adaptasi lagi, saat ini anak saya sudah kelas VI,” katanya.
Menurutnya, rusunawa memang lebih baik dibanding harus tidur di bawah tenda pengungsi. Selama di tenda, ia sering kedinginan, apalagi saat hujan deras.
Warga lainnya, Denti Astora berencana hanya sementara menempati lokasi rusunawa. Ia akan mengumpulkan uang untuk bisa kembali ke Perumahan Trangkil Sejahtera. Rumahnya yang longsor sebenarnya baru sebulan ditempati. Rumah tersebut dibelinya seharga Rp 35 juta. Selain itu, untuk merenovasi ia telah menghabiskan biaya sebesar Rp 70 juta.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Ahmadi berharap warga untuk sementara bisa menempati rusunawa. Nantinya mereka diperkenankan mencari rumah lagi yang lebih aman.
Terkait kerusakan yang ada, Ahmadi menjelaskan hal tersebut tak lepas dari keterlambatan pemerintah pusat menyerahkan pengelolaan rusunawa ke Pemkot Semarang. ”Kalau belum diserahkan maka pihak Pemkot tidak bisa berbuat banyak sehingga menjadikan bangunan itu cepat rusak. Karena tidak dihuni maka bangunan cepat rusak,” katanya. (hid/ton/ce1)