KENDAL-Derasnya aliran sungai Kendal akibat curah hujan tinggi, membuat bibir sungai yang terletak di Kelurahan Sukodono, Kecamatan Kendal, longsor. Akibatnya, jalur penghubung Kecamatan Kendal dan Kecamatan Ngampel, nyaris terputus.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang, tanah dan aspal di Kelurahan Sukodono mengalami longsor sepanjang 25 meter, dengan lebar 1 meter. Jika tidak segera ditanggulangi, dikhawatirkan jalur penghubung dua kecamatan itu akan terputus. Sehingga tidak bisa dilalui warga.
Mengantisipasi terputusnya jalur utama penghubung dua kecamatan tersebut, Kamis (30/1) pagi kemarin, sejumlah warga– dibantu muspika kedua kecamatan— bergotong royong menambal longsoran sungai. Upaya darurat itu dilakukan agar longsoran tidak semakin meluas. Meski diguyur hujan, puluhan warga tampak antusias menambal lubang sungai yang menganga.
Ketua RT 04 RW 01, Kelurahan Sukodono Muhammad Zamrono, mengatakan, bibir sungai yang longsor, sudah terjadi sejak seminggu lalu. Namun, baru kemarin mendapatkan bantuan berupa karung berisi pasir.
Camat Kendal Kota, Sumaryatmo, mengatakan, bantuan berupa karung-karung berisi pasir berasal dari Dinas Bina Marga PSDA dan ESDM. Khusus bantuan berupa batu koral yang sudah dijanjikan, belum datang.
Ia mengingatkan kepada warga untuk tidak menebang dua pohon mahoni yang berada di tepi sungai. Keberadaan dua pohon itu, bisa menyerap air sungai.
“Dua pohon itu memang memberi beban kepada bibir sungai. Namun, pohon itu juga bisa menjadi tempat resapan air. Lebih baik hanya dipangkas dahannya saja.” (den/isk)