Calo CPNS Beraksi Lagi

155

Korban Tertipu Rp 42,25 Juta
BARUSARI – Belum tuntas kasus dugaan penipuan dengan modus CPNS yang melibatkan beberapa oknum di instansi pemerintahan sebagai terlapor, pihak kepolisian kembali mendapatkan laporan dengan modus yang sama. Terbaru, kasus dugaan penipuan dengan modus serupa dilaporkan oleh Ika Prawita, 24, warga Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang. Dalam peristiwa tersebut, Ika menelan kerugian senilai Rp 46.250.000 karena tertipu pria yang mengaku berinisial AF, warga Welahan, Jepara.
Tak pelak Ika pun melaporkan pria yang dikenalnya dari seorang teman berinisial P tersebut ke Mapolrestabes Semarang, Kamis (30/1). Kepada petugas, Ika menuturkan bagaimana insiden tersebut menimpanya.
”Saya cerita sama P kalau mau ikut seleksi CPNS. Kemudian ia bilang punya seorang kenalan yang bisa menjamin saya lolos seleksi,” ujarnya saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, kemarin.
Mendengar temannya tersebut punya kenalan, Ika kemudian tertarik untuk mencobanya. Ia kemudian menghubungi terlapor dan langsung disambut dengan baik oleh terlapor. Komunikasi antara Ika dan terlapor pun terjalin. Hingga akhirnya terlapor memberikan janji bahwa Ika akan lolos jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (DKK) Jepara.
”Katanya tanggal 16 Desember 2013 sudah ada pengumumannya dan saya bisa masuk di DKK Jepara,” terang Ika.
Namun, janji terlapor tersebut bersyarat. Artinya, Ika harus memenuhi permintaan terlapor untuk menyerahkan ”uang pelican”. Lantaran sudah termakan bujuk rayu terlapor dan keinginan Ika untuk menjadi PNS yang besar, ia pun memenuhi permintaan tersebut. ”Saya kemudian transfer uang dua kali dari Bank BCA dan BRI. Totalnya Rp 46.250.000,” paparnya.
Usai mentransfer, Ika pun menunggu kabar dari terlapor hingga tanggal yang dijanjikan. Namun apa yang ditunggunya tak kunjung datang. Hal itu terang membuat Ika gelisah. Ia kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada terlapor. Tapi sayang, terlapor selalu berkelit dan terkesan menghindar. Apalagi terlapor menjadi semakin susah dihubungi.
Mendapati hal itu, Ika semakin tampak gelisah. Ia kemudian menanyakan ke DKK Jepara tentang seleksi CPNS di instansi tersebut. Tapi apa daya, jawaban yang diterima oleh Ika adalah instansi tersebut tidak pernah membuka penerimaan CPNS. Sontak Ika pun terkejut.
”Saya tanyakan langsung ke DKK Jepara. Ternyata di sana tidak ada sama sekali penerimaan CPNS,” kesalnya.
Saat itulah Ika tersadar bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan. Bergegas ia pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Harapannya, kasus tersebut dapat segera diusut dan terlapor ditangkap. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait laporan Ika. Adapun dugaan penipuan tersebut seperti yang tercantum pada pasal 378 KUHP. (har/jpnn/ton/ce1)