WONOSOBO – Depot jamu di ruas Jalan Ahmad Yani Wonosobo, mendapatkan peringatan keras dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, karena ditemukan menjual sejumlah jamu merek palsu. Selain itu, ada sejumlah merek jamu yang mengandung bahan kimia.
“Sebenarnya yang bersangkutan pernah mendapat peringatan ketika tim dari Dinas Kesehatan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan pengawasan agar tidak melakukan hal tersebut,”kata Kasi Distribusi Pasar dan Perlindungan Konsumen Disperindag Wonosobo Oman Yanto, kemarin (30/1) saat melakukan pemeriksaan di lapangan.
Oman Yanto mengatakan, berdasarkan surat dari Balai Besar POM Semarang sesuai Surat Nomor : IN.01.04.954.01.14 tanggal 17 Januari 2014 memberikan peringatan keras kepada depot jamu Buyung Upik di Jalan Ahmad Yani Wonosobo. Yang bersangkutan memajang kemasan jamu kosong dimana merek jamu tersebut mengandung bahan kimia obat (BKO), tanpa izin edar (TIE) dan nomor TR fiktif.
“Selain itu, juga menjual berbagai produk obat tradisional dan kosmetika tanpa izin edar dan obat tradisional dengan nomor registrasi fiktif,”katanya.
Oman mencontohkan, depot jamu tersebut menjual produk seperti, Super Stud 007, Playboy Cream, Jamu Antanan, Jamu Rumput Fatimah, Jamu Putri Monalisa India, Jamu Ekstrak Rumput Fatimah, Asyifa Izza Tumps. Ini merupakan barang yang tanpa izin edar.
Sementara jenis no. TR fiktif berupa Jamu Arma, Jamu Madu Klanceng Asam Urat, kapsul Kecetit Asyifa, Jamu Serasi, Jamu Bintang-Bintang Tangkur Kobra, Obat Pegel Linu Ngilu Tulang Super, Jamu Langsingku, Jamu Asyifa Izza Cikungunya, kapsul Ekstrak Pasak Bumi dan Jamu Sedep Wangi.
“Yang bersangkutan juga menjual jamu palsu seperti jamu Habis Bersalin Cap Nyonya Meneer dan jamu Habis Bersalin Lengkap Sidomuncul,” paparnya.
Oleh karena itu, lanjut Oman, yang bersangkutan telah melanggar Undang-Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan bisa dipidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar. Disamping yang bersangkutan bisa dikenakan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan pidana kurungan paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar.
“Untuk peringatan awal, kami minta untuk memusnahkan semua produk jamu yang melanggar tersebut,” tandasnya.
Apabila tidak menaati aturan tersebut, kata Oman, pedagang tersebut bisa dipidanakan dengan ancaman sesuai dengan undang-undang kesehatan. Karena produk yang dijual menyalahi aturan. (ali/lis)