WONOGIRI — Kematian ayam kampung tak hanya terjadi di Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno, Wonogiri. Tapi juga di Dusun Gayam, Desa Pondok dan Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo. Puluhan ayam milik sejumlah warga di dua desa itu, diketahui mati mendadak awal tahun ini.
Kematian ayam-ayam kampung itu terjadi dua pekan lalu. Tepatnya, di Dusun Kerdu, Desa Kerjo Lor, enam ekor ayam kampung mati. Sedangkan di Dusun Gayam, Desa Pondok, Kecamatan Ngadirojo, 20 ekor ayam kampung juga mati.
Warga Desa Pondok, Sutar, 40, menuturkan, ada kemungkinan kematian ayam kampung di Dusun Gayam dialami oleh warga satu dusun.
Terpisah, Kepala Dusun Kerdu, Desa Kerjo Lor, Mugiyarno mengatakan, ”Petugas kesehatan kecamatan sudah datang ke dusun. Kematian ayam-ayam itu sudah dilaporkan sehingga petugas kesehatan melakukan penyemprotan di kandang. Hasilnya ayam tersebut mati karena tetelo.”
Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakperla) Wonogiri, Rully Pramono, telah memerintahkan petugas kesehatan kecamatan melakukan pengecekan. Menyinggung kematian ayam di Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno, Rully mengatakan hasil rapid test kematian ayam disebabkan virus flu burung.
Dikatakan, petugas kesehatan kecamatan sudah melakukan penyuntikan terhadap ayam yang masih hidup. Ia membeber, jumlah ayam yang mati di Baturetno sebanyak 173 ekor, tersebar di Dusun Wonokerto dan Dusun Tekil Wetan. Di Dusun Tekil Wetan, terdapat 110 ekor ayam mati. Sementara di Dusun Wonokerto 63 ekor ayam mati. (jpnn/isk/ce1)