Terbelit Utang, Nekat Curi Motor

168

WONOSOBO – Petugas Satrekrim Polres Wonosobo, kemarin (29/1) membekuk Tofik, 26, warga Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen. Pasalnya, diduga menjadi pelaku pencurian sepeda motor milik Eko Satrio, warga Desa Sumogawe Kecamatan Wadaslintang.
Kapolres Wonosobo AKBP Agus Pujianto melalui Kasubag Humas AKP Widayatno mengatakan, kasus pencurian sepeda motor milik Eko Satrio jenis Motor Suzuki Shogun nomor AA 5303 KF ini, berlangsung pada kisaran Oktober 2013, yang tengah parkir di garasi rumah korban. “Korban menyadari sepeda motor hilang, pada esok paginya,”katanya.
Setelah melakukan penyelidikan, kata Widayatno, pihaknya kemarin berhasil mengungkap pelaku yakni Tofik. Proses penangkapan, dengan cara melakukan koordinasi dengan perangkat Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung, pelaku dapat ditangkap. “Setelah mendapatkan beberapa bukti dan penggalian keterangan saksi, pelaku bisa kami tangkap,”katanya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, kata Widayatno, Tofik mengaku sebagai pelaku pencurian sepeda motor. Menurut pengakuan pelaku, nekat melakukan pencurian sepeda motor karena terlilit utang. Awal mulanya pelaku pergi dari rumah untuk mencari kroto ke wilayah Kecamatan Wadaslintang. Namun hingga malam hari, perolehannya tidak mencukupi.
“Saat perjalanan pulang, pelaku melihat sepeda motor milik korban berada di dalam garasi tanpa pintu,”katanya.
Melihat kondisi itu, kata Widayatno, pelaku kemudian turun dari sepeda motornya. Kemudian mencoba menyalakan sepeda motor tersebut dengan menggunakan kunci sepeda motor miliknya dan ternyata dapat menyala.
“Karena pelaku juga membawa sepeda motor, akhirnya pelaku pergi dan meninggalkan sepeda motornya di tengah sawah kurang lebih 2 km dari tempat kejadian,” ujarnya.
Setelah itu, pelaku kembali ke rumah korban dan mengambil sepeda motor milik korban dan akhirnya pulang. Keesokan harinya, dengan menumpang ojek, pelaku datang ke tempatnya meninggalkan sepeda motor miliknya. Pelaku menjual sepeda motor hasil curiannya senilai Rp 600.000 dan uang hasil penjualannya digunakan untuk membayar utang kepada saudaranya.
“Pelaku bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,”pungkasnya. (ali/lis)