Terancam Longsor, 4 Rumah Dipindah

104

KLATEN–Empat rumah warga di bantaran sungai Bengawan Solo di Desa Serenan, Kecamatan Juwiring, akhirnya direlokasi ke lokasi aman. Empat rumah warga dipindah karena rawan longsor. Tepatnya, rawan arus. Sebab, tanggul tanah di dekatnya sudah hanyut.
“Kami lega, sebab empat keluarga yang paling rawan sudah aman,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten, Sri Winoto SH.
Winoto mengatakan, warga bersedia dipindah setelah Pemkab membantu Rp 40 juta untuk empat rumah. Meski nilai bantuan tak seberapa, warga akhirnya mau direlokasi.
Hasil pengecekan terakhir, warga sudah memasang genteng rumah. Rumah baru warga kini segera ditempati. Sedangkan rumah lama, dirobohkan.
Menurut Winoto, ancaman longsor sangat serius. Sebab, longsoran semakin melebar, mengarah ke permukiman. Di titik itu, air berputar kencang. Sebab ada pusaran air sangat dalam, akibat pertemuan arus sungai Demangan dan Bengawan Solo.
Selain merelokasi warga, BPBD segera mengirimkan 1000 karung plastik. Karung diisi dengan pasir untuk menahan erosi arus air, jika banjir datang.
Surono, 45, salah seorang warga menuturkan, warga yang bersedia direlokasi, mereka yang rumahnya di tepi sungai. Kepindahan mereka sejak awal Januari lalu. (jpnn/isk)