SEMARANG – Sidang majelis Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) untuk memutuskan status kepindahan atlet lari Jateng Agus Prayogo dan atlet lempar lembing Dian Kartika ke Jabar, ditunda hingga 5 Februari mendatang.
Dalam sidang di kantor BAORI, Jakarta, Selasa (28/1), hanya diisi penyampaian dari pemohon secara lisan yang diwakili tim bidang hukum KONI Jabar, serta pembelaan dari termohon yang kemarin diwakili Sekum PASI Jateng Joko Pranawa Adi.
”Agenda sidang hari ini (kemarin, Red) ada keterangan dari pemohon. Kami diminta memberikan jawaban. Sidang ditunda lagi tanggal 5 Februari, di mana pemohon dan termohon diminta membuat pernyataan tertulis. Memang menguras energi,” kata Joko saat dihubungi Selasa (28/1).
Joko mengungkapkan, materi pernyataan yang disampaikan oleh kubu Jabar memang menyoal soal klaim bahwa Agus Prayogo mulai 1 Juli 2013 sudah mengundurkan diri sebagai atlet Jateng dan sejak tahun 2008 yang bersangkutan tak menerima bonus. ”Jelas apa yang disampaikan pihak pemohon sangat lemah datanya. Padahal faktanya kalau Agus mundur, mengapa ikut Porprov 2013 di Banyumas. Jika sejak 2008 tak menerima insentif dan bonus, bagaimana dengan statusnya sebagai atlet PON 2012 Jateng? Dia sudah menerima bonus dan hingga kini masih tercatat sebagai atlet PON. Itu pembelaan yang kami sampaikan di sidang tersebut,” kata Joko.
Diakui Joko, adanya sejumlah persoalan yang menyangkut kepindahan atlet, membuat pihaknya hingga kini belum menyusun daftar atlet untuk program pelatda desentralisasi. ”Mengurusi atlet pindah cukup mengganggu konsentrasi kami dalam menyusun daftar atlet pelatda yang diproyeksikan ke PON 2016. Kami memang belum membuat daftar atlet pelatda, dan baru melakukan verifikasi pada 4 Februari,” pungkasnya.
Ditegaskan Joko, pihaknya sangat berharap cabang atletik masih bisa menjadi cabang pendulang medali emas di PON 2016 mendatang. Itu sebabnya PASI ingin jeli dalam menyusun daftar atlet yang potensial. (bas/smu)