Minim Dokter Spesialis, Pelayanan Lamban

139

TEMANGGUNG—Pelayanan yang lambat di poliklinik umum RSUD Djojonegoro Temanggung diakui Direktur RSUD Djojonegoro, dr Artiyono. Lambatnya pelayanan disebabkan minimnya tenaga profesional yang tersedia, yakni dokter spesialis. Dokter spesialis yang ada tidak semuanya praktik di poliklinik menyebabkan pasien harus menunggu.
Ia menyebutkan, beberapa poli yang sering mengalami keterlambatan pelayanan diantaranya untuk poli saraf, penyakit dalam, THT, dan radiologi, keterlambatan itu dikarenakan dokter ahli yang melakukan di poli tersebut haya satu dokter saja. “Bagaimana tidak terlambat, satu dokter harus melayani lebih dari satu pasien dalam satu hari,” katanya.
Selain itu, katanya dokter yang bertugas di poli juga harus melayani pasien rawat inap, bahkan dokter juga harus melayani pasien gawat darurat. “Ini juga menjadi kendala, apalagi ada pasien yang darurat dokter juga harus lebih mengutamakan pasien yang segera membutuhkan perawatan,”terangnya.
Dicontohkan, untuk pemeriksaan penyakit dalam, tidak seperti di dokter praktik. Jika melakukan pemeriksaan di poli harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, kemudian diberi rujukan untuk pemeriksaan di laboratorium kemudian akan diperiksa kembali baru akan diberi obat. “Pemeriksaan di poli selama dua jam itu sudah biasa, karena memang sistemnya seperti itu, harus melalui beberapa pemeriksaan dan beberapa antrean juga,”terangnya.
Ia mengatakan, untuk mengatasi lambannya pelayanan di poliklinik minimal di butuhkan 3 dokter dalam satu poli. Tapi saat ini kendalanya kemampuan RSUD Temanggung maksimal hanya dua dokter spesialisa dalam satu poli. “Memang ada yang tiga, tapi hanya beberapa saja, kebanyakan hanya satu atau dua dokter spesialis saja,”tandasnya.
Sementara itu, Margono, 35, warga Desa Tlahab Kecamatan Kledung mengaku kecewa dengan pelayanan yang ada di poliklinik, sebab untuk melakukan pemeriksaan minimal dibutuhkan waktu 3 jam. “Saya itu datang sampai di poliklinik ini jam 08.00 pagi, tapi hingga pukul 11.00 belum juga mendapatkan obat, “keluhnya.
Padahal katanya, pengobatan kepada Suwarno, 45, (orang tuanya) harus segera dilakukan karena menderita penyakit stroke. “Saya kadang sampai kasihan melihat bapak saya menahan sakit, tapi mau bagaimana lagi, harus sabar menunggu antre,”ungkapnya.
Seharusnya kata Margono, pemeriksaan di poli ini lebih cepat dibanding dengan tempat-tempat lainnya, karena semua fasilitas yang ada sudah tersedia. “Saya lihat semua fasilitas di sini sudah komplit, tapi kenapa masih lambat begini, kami berharap ada perbaikan sistem sehingga pasien tidak terlalu menunggu lama untuk pemeriksaan,”harapnya. (zah/lis)