PECINAN – Keunikan serta kekhasan kaligrafi Tiongkok menjadikannya sebagai salah satu seni bernilai tinggi. Selain menonjolkan segi estetika, goresan demi goresan membentuk makna.
Sejumlah pengunjung memadati stan kaligrafi Tiongkok di Pasar Semawis, kemarin (29/1). Mereka antre minta dituliskan kalimat-kalimat bertuliskan huruf Tiongkok. Mulai dari dituliskan nama hingga permohonan di tahun mendatang. ”Kebanyakan minta dituliskan kaligrafi dengan kalimat bermakna rezeki dan jodoh. Seperti dagang laris, kerjaan lancar, atau jodoh yang baik,” ujar seniman kaligrafi Tiongkok, Liem Hiap Sing.
Menurut pria berusia 76 tahun ini, tak ada kesulitan untuk menuliskan kalimat-kalimat tersebut. Karena ditorehkan dalam bahasa Mandarin. Beda halnya saat harus menuliskan nama-nama orang.
”Tulisan China (Tiongkok, Red) ini kan sebetulnya berawal dari simbol yang diperhalus. Jadi tiap bentuk ada maknanya. Jadi kalau menuliskan nama berbahasa Arab atau dari bahasa Inggris, agak kesulitan mengepaskannya,” ujar pria yang telah menekuni seni kaligrafi sejak 50 tahun lalu ini.
Selain itu, indah tidaknya tulisan juga dapat dipengaruhi oleh suasana hati sang seniman. Saat suasana hati sedang senang, tulisan bisa menjadi sangat indah, demikian halnya saat sedang sedih atau marah, tulisan bisa berantakan. ”Termasuk juga gaya penulisan, masing-masing seniman memiliki ciri khasnya sendiri,” ujarnya.
Demo kaligrafi Tiongkok ini ternyata juga menarik perhatian anak-anak muda untuk mulai mempelajarinya. Puspita, 27 salah satunya. ”Tadi saya minta dituliskan nama, kemudian juga tulisan yang bermakna rezeki baik. Setelah diamati, kok asyik ya. Saya jadi tertarik untuk belajar bahasa serta tulisan Mandarin,” ujarnya. (dna/ton/ce1)