Cuma Dipasangi Bronjong

175

Jalan Desa Mluweh-Ungaran Longsor
UNGARAN- Kerusakan jalan poros desa penghubung Desa Mluweh-Ungaran akibat longsor, segera ditangani. Untuk penanggulangan darurat, akan dipasang bronjong batu dan trucuk bambu.
Tujuannya, menghambat tanah yang terus bergerak ke bawah jurang. Saat ini tidak memungkinkan untuk dibangun permanen, karena kondisi cuaca belum mendukung. Selain itu, juga dipasang tanda larangan agar truk atau mobil angkutan berat tidak melintas di jalan tersebut.
Rabu (29/1) siang kemarin, Bupati Mundjirin dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Totit Oktorianto mengecek kondisi jalan beton yang rusak tersebut. Pengecekan dilakukan untuk kajian awal.
Bupati memerintahkan DPU melakukan langkah perbaikan darurat. Tujuannya, agar kerusakan tidak parah.
“Untuk langkah darurat, kita akan pakai dana tak terduga (TT) untuk memperkuat bronjong batu dan bagian bawah (di jurang sisi kanan dan kiri jalan) diperkuat trucuk bambu.”
Bupati mengakui, di lokasi tersebut kerap terjadi longsor. Bahkan, pada titik longsor yang menyebabkan kerusakan jalan, kerap terjadi.
Kepala DPU Totit Oktoriyanto mengatakan, pihaknya akan mengupayakan perkuatan, tidak hanya di titik longsor. Tapi, sampai ke bagian bawah (tanah penyangga) untuk mengatasi permasalahan utamanya.
Menurut Totit, titik longsor sepanjang kurang lebih delapan meter, terletak di daerah patahan. Pihaknya telah beberapa kali melakukan perbaikan. Namun, karena struktur tanahnya labil dan mudah bergerak, perbaikan dan pembangunan tak bertahan lama. “DPU telah melakukan pergeseran jalan beton dari jalur sebelumnya. Juga telah membuat bronjong.”
Dikatakan, perbaikan terakhir pernah dilakukan pada 2013 lalu. Namun, karena tanahnya labil, tetap saja terjadi longsor. “Sebaiknya memang dilakukan penguatan hingga ke bagian bawah.”
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) juga akan melakukan studi kelayakan untuk rekayasa teknik geologi mengatasi tanah bergerak yang menyebabkan jalan beton tersebut rusak. (tyo/isk)