MANYARAN — Direktur PT Sabda Amartha Bumi (SAB) Imam Sujono dituntut pidana lima tahun penjara. Oleh jaksa penuntut umum ia dinyatakan bersalah melakukan korupsi dalam kasus kerja sama bagi hasil antara perusahaannya dengan PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Rembang.
Jaksa Heru Febri Ristiani menyimpulkan bos SAB itu secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar dakwaan primer-nya. Yakni Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat ke-1 KUHP jo Pasal 65 KUHP.
Selain pidana badan, jaksa juga memohon kepada majelis hakim agar Imam dijatuhi pidana denda sebesar Rp 200 juta atau setara dengan enam bulan kurungan. ”Selain itu, menuntut terdakwa agar membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 4,5 miliar subsider dua tahun enam bulan penjara,” ujar Febri di hadapan majelis hakim yang dipimpin Jhon Halasan Butar Butar.
Tuntutan jaksa didasarkan sejumlah pertimbangan. Hal memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Terdakwa pernah dihukum atas perkara korupsi pada tahun 1995 dan dalam perkara pidana pemalsuan surat.
”Selain itu, terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangannya sehingga mempersulit dalam pembuktian perkara. Sedangkan hal meringankan terdakwa bersikap sopan dan terdakwa memiliki tanggungan keluarga,” tandas Febri.
Menanggapi hal tersebut, Imam mengatakan akan mengajukan pembelaan. Ia menyatakan tidak terkejut dengan tuntutan ini. Menurutnya, di persidangan tak terbukti dia melakukan korupsi. ”Santai saja, nanti akan ada pledoi saya. Sebenarnya ini masalah perdata, dipaksakan jadi korupsi,” ujarnya. (bud/ton/ce1)