RS Kebanjiran, Pasien Diungsikan

188

KAJEN — Ratusan pasien rawat inap di ruang Mawar dan Wijayakusuma RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan, Selasa (28/1) pagi kemarin, terpaksa diungsikan ke aula rumah sakit tersebut. Sebab, ruang yang digunakan oleh pasien itu kebanjiran. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
Banjir tidak hanya menggenangi ruang rawat inap pasien. Tapi juga merendam ruang mayat setinggi 50 sentimeter. Sehingga mobil ambulans pengangkut jenazah, terpaksa dialihkan ke ruang lain.
Hujan deras yang turun sejak Senin (27/1) siang hingga Selasa (28/1) siang, menyebabkan air menggenangi ruang Mawar. Ruangan itu digunakan untuk pasien anak dan balita. Air masuk mulai pukul 02.00.
Tiga jam kemudian, ketinggian air yang semula hanya 10 sentimeter, naik dengan cepat hingga mencapai ketinggian 50 sentimeter. Hal serupa terjadi di ruang Wijaya Kusuma, yang letaknya bersebelahan dengan ruang Mawar.
Muamanah, 34, warga Desa Tangkil Wetan, Kecamatan Siwalan, ibu dari pasien bernama Sofie, 2 tahun, menuturkan, setelah air mencapai ketinggian 30 sentimeter, pihak rumah sakit baru memutuskan untuk mengevakuasi pasien. Pasien dipindahkan ke aula. Letak aula berada di belakang rumah sakit.
”Ketika banjir masuk setinggi 10 sentimeter, saya langsung lapor kepada kepala ruang perawatan, katanya nunggu air surut. Ternyata airnya malah tinggi,” kata Muamanah.
Menurut Muamanah, pemindahan pasien dilakukan pada Selasa (28/1), pukul 06.00. Padahal, air sudah merendam ruangan Mawar sejak pukul 02.00. Ia terpaksa menggendong anaknya, dan membawa tiang infus sang anak.
”Jumlah perawatnya terlalu sedikit, sehingga kita kesulitan saat pindah ke ruang aula,” lanjut Muamanah yang menunggu anaknya sejak 3 hari lalu.
Paryanto, 42, yang menunggu saudaranya di ruang Wijaya Kusuma menilai, pihak rumah sakit lamban mengevakuasi pasien.
Ketika memindah pasien, ia mengaku harus bolak-balik beberapa kali antara ruang aula ke Wijaya Kusuma untuk mengambil barang milik pasien. ”Karyawan RSUD baru datang pukul 07.00. Padahal, banjir sudah sejak jam 02.00 dini hari.”
Kepala Ruang Mawar, Rokayah, menjelaskan, pemindahan pasien dilakukan pagi hari, pukul 07.00. Evakuasi diutamakan bagi pasien anak-anak dan balita.
Setelah semua pasien anak dan balita yang berjumlah 32 orang dipindah ke aula, baru pasien di ruang Wijayakusuma yang berjumlah lebih dari 90-an orang, juga dipindah ke aula.
”Untuk pasien Wijayakusuma, sebagian berada di ruang belakang musala, karena di aula sudah tidak lagi mampu untuk menampung,” tutur Rokayah, yang datang sejak pukul 05.00.
Kepala Bagian Humas RSUD Kraton, Rinawati, menjelaskan, dari 12 ruang rawat inap, hanya ruang Mawar dan Wijayakusuma yang kebanjiran.
Ia mengklaim, saat ini pihak RSUD Kraton sedang membenahi dua ruangan itu. Mawar dan Wijaya Kusuma belum mengalami perbaikan, termasuk peninggian ruangan. ”Sebelumnya tidak pernah terjadi banjir seperti ini. Kalaupun banjir, tidak masuk hingga ke ruangan pasien rawat inap.” (thd/isk/ce1)