Kodam Daur Ulang Sampah secara Mandiri

224

JANGLI — Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro membuat gebrakan dengan mengembangkan instalasi daur ulang sampah. Peresmian instalasi daur ulang sampah yang yang diberi label ”Resik” ini dilakukan di kompleks Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang (Arhanudse) 15, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Selasa (28/1).
Dalam kesempatan tersebut Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo mengatakan, instalasi daur ulang sampah tersebut menjadi bagian dalam membantu program ’Jawa Tengah Ijo Royo-Royo’. ”Ini merupakan upaya mendukung program penghijauan. Pasalnya sampah-sampah organik itu bisa diolah jadi pupuk, sementara sampah plastik bisa didaur ulang,” katanya.
Lebih lanjut Pangdam mengatakan, instalasi daur ulang di Arhanudse 15 merupakan proyek percontohan. Jika di Semarang berjalan baik, maka proyek yang menggandeng PT Solusi Sampah Indonesia selaku produsen mesin pengelola sampah ini akan dikembangkan ke Komando Resor Militer (Korem) Purwokerto, Jogjakarta, Solo, Salatiga, Rindam IV Magelang dan Brigif 16 Tegal.
Lebih lanjut Sunindyo mengatakan, Kodam IV/Diponegoro, ingin memperkenalkan pengolahan sampah secara masal dengan metode sederhana. ”Jadi sampah-sampah itu nantinya akan dipilah menjadi dua bagian, organik dan nonorganik,” katanya. Sampah organik selanjutnya diolah menjadi pupuk kompos.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberi apresiasi positif terhadap inisiatif Kodam untuk mengelola sampah secara profesional. Karena proyek tersebut bisa menjadi solusi mengatasi problem sampah di perkotaan. ”Ini merupakan kerja sama yang baik antara Pemerintah Provinsi Jateng dengan TNI. Alat ini bisa diberdayakan di beberapa tempat sehingga dapat mengurangi sampah,” katanya.
Instalasi serupa ini juga telah dikembangkan di Pekalongan. Bedanya kapasitas olah mesin di Pekalongan besar sementara di Arhanudse skalanya lebih kecil. ”Tetapi intinya bisa berjalan beriringan untuk menangani permasalahan masalah sampah di Jawa Tengah,” ungkapnya. (hid/ton/ce1)