SOLO — Seekor kerbau milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang biasa dikirab pada malam 1 Sura, mati. Kebo itu bernama Kiai Bodong, berusia 30 tahun.
Diduga kerbau bule (albino) keturunan Kiai Slamet yang sekarang berumur tertua itu, mati karena penyakit kanker di punggung.
Tindih Mahesa Keraton Kasunanan Surakarta, K.R.M.H. Adityo Soeryo Harbanu mengatakan, pihak keraton sebenarnya sudah memeriksakan kondisi Kiai Bodong ke dokter. ”Tapi ternyata nyawanya tidak dapat diselamatkan,” ujar Adityo Soeryo Harbanu, ketika ditemui wartawan di sela-sela menunggui proses penggalian tanah untuk mengubur Kiai Bodong di Alun Alun Kidul (Alkid), kemarin.
Kiai Bodong mati, pukul 09.30. Dalam dua bulan terakhir, dua kerbau pusaka Keraton Surakarta mati. Kini kerbau Keraton Kasunanan Surakarta tinggal 12 ekor. Dari jumlah itu, satu di antaranya berada di kawasan Solo Baru, Sukoharjo.
Adityo menuturkan, pada Senin (27/1) malam sebelum Kiai Bodong mati, dia mendapat firasat. Dalam mimpinya, dia merasa ditemui kerbau yang sudah dalam lima hari terakhir kondisinya mulai melemah itu. Ia juga mengaitkan hujan deras yang turun Selasa pagi, sebagai firasat mengantar kepergian kerbau tersebut.
Terpisah, kematian salah satu kerbau keraton, kemarin, banyak mendapat perhatian warga. Mereka silih berganti melihat proses penggalian tanah untuk makam kerbau di sisi timur kandang di Alkid. (jpnn/isk/ce1)